Loading...

Bendera ISIS di Rumah Terduga Teroris Dihapus Polisi… 

Loading...

Kediaman terduga teroris di Jalan Pelajar, Medan. IN/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDAN –Personel Polisi bersama petugas Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), kembali mendatangi kediaman SP, terduga teroris yang melakukan penyerangan terhadap Mapolda Sumut pada saat perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah, Minggu 25 Juni 2017 lalu.

Mereka datang ke rumah yang beralamat di Jalan Pelajar Timur, Gang Kecil, No.21, Lingkungan XVIII, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, untuk menghapus gambar bendera organisasi teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), yang terpasang di dinding depan rumah tersebut.

Pantauan di lokasi petugas menghapus gambar bendera ISIS itu dengan cat berwarna hijau, sesuai dengan warna dasar cat rumah tersebut. Penghapusan gambar bendera itu pun sempat mendapatkan perhatian warga yang lantas berkerumun di depan rumah tersebut.

Baca Juga  Terduga Penyerang Polsek Wonokromo Bekerja Sebagai Sales Kerupuk

Kepala Lingkungan (Kepling) XVIII, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Hary Isnaini mengatakan, penghapusan gambar bendera itu dilakukan karena gambar bendera yang dipasang dikhawatirkan akan mengkontaminasi masyarakat.

“Ini kan tidak sesuai dengan kita sehari-hari disini. Kita khawatir ini bisa mengkontaminsasi masyarakat makanya kita hapus,” ujar Hary, Rabu (5/7/2017).

Hary mengaku, penghapusan gambar bendera ISIS itu didukung oleh masyarakat sekitar rumah SP. Keluarga SP pun menerima saat gambar itu akan dihapus.

“Masyarakat mendukung, keluarganya (SP) yang tinggal di rumah ini pun tidak menolak. Ini untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Sementara itu Kasubbid Penmas Polda Sumut, MP Nainggolan yang ikut hadir dalam penghapusan gambar itu mengatakan, pihaknya sebenarnya selama ini sudah berulang kali meminta agar gambar itu di hapus. Namun SP yang kala itu belum melakukan tindakan kriminal selalu acuh dan tidak mengindahkan imbauan polisi.

Baca Juga  Sebut Buronan Radikal Arab Masuk Indonesia, Din Syamsuddin Anggap Pernyataan Mahfud MD Bernada Tuduhan

“Ini sudah terpasang sejak tahun 2013. Dahulu bentuknya bendera yang dipasang. Sempat kemudian dicopot atas permintaan Polmas disini. Tapi belakangan dipasang lagi dalam bentuk gambar. Kita juga sudah minta hapus tapi yang bersangkutan mengaku gambar itu hanya untuk kenang-kenangan saja. Kita harap hal-hal seperti ini tidak lagi terulang lah,” tandasnya. (anto)