Loading...

Rycko: Minta Pada Masyarakat Percayakan Penanganan Teroris Pada Polisi

Loading...
Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel.

CEKTKP.ID, MEDAN- Kapoldasu, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel minta pada masyarakat Sumut agar mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus terduga teroris, Syafii (27) yang diamankan Tim Densus 88 AT dan Poldau dari Jalan Delitua Dusun III Aji Baho Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang pada pihak kepolisian. Poldasu akan terus melakukan usaha pendeteksian dini dan pencegahan jaringan teroris yang masuk ke Sumut.

“Kami minta masyarakat Sumut agar mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini pada Polri. Kita juga terus berupaya melakukan deteksi dini dan upaya pencegahan aksi-aksi terorisme di Sumut,” jelas Rycko didampingi Gubsu, Erry Nuradi usai upacara gelar pasukan “Operasi Lilin Toba 2016”, Kamis (22/12), di Lapangan Merdeka Medan. Saat ini, kata Rycko, pelaku teroris sudah diterbangkan ke Jakarta guna dilakukan pemeriksaan lebih dalam. Pihaknya juga masih mendalami soal kedatangan pelaku ke Deliserdang apakah benar untuk bersembunyi, ikut dengan jaringan teroris lainnya atau mengaktifkan sel-sel jaringan teroris yang ada di Sumut.
“Soal pilihan pelaku mengapa tinggal di Deliserdang masih didalami. Apakah memang benar pelaku datang ke sini untuk bersembunyi atau mengaktifkan sel-sel jaringan teroris di Sumut,” katanya.

Baca Juga  Sebut Buronan Radikal Arab Masuk Indonesia, Din Syamsuddin Anggap Pernyataan Mahfud MD Bernada Tuduhan

Ketika disinggung soal keterlibatan orang tua pelaku, Jenderal bintang dua ini enggan berkomentar lebih jauh. Namun dia memastikan orang tua pelaku akan dimintai keterangannya sebagai saksi. “Keterlibatan orang tua nya masih didalami. Nanti akan dimintai keterangannya sebagai saksi,” sebutnya.

Irjen Pol Rycko menambahkan, pihaknya memastikan terduga teroris yang juga DPO Tim Densus 88 AT ini, tergabung dalam kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) pimpinan Gigih Rahmat Dewa di Batam. Pelaku juga akan dimintai pertanggung jawabannya atas perbuatan yang dilakukannya selama di Batam.(anto/cektkp)