Loading...

Alasan Mau Pindah Agama, Pria ini Ingin Ledakkan Gereja Bethel

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Berbagai modus dilakukan para pelaku terorisme yang bergabung dalam kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) pimpinan Gigih Rahmad Dewa yang bersama-sama merencanakan kegiatan Amaliyah (Tidak Pidana Terorisme) di Indonesia di bawah kendali Bahrunaim Anggih Tamtomo.

Dengan modus baru, yakni mau pindah agama, seorang pria asal Kampung Karang Anyer, Kecamatan Langsa, Provinsi Aceh, berhasil mengelabui para jemaat Gereja Bethel di Jalan Marindal/Bajak II-H, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Kamis (22/12) malam sekira Pukul 21.30 wib. Kemudian, pria yang diketahui bernama Syamsari alias Ari (24) yang diduga kuat dari jaringan teroris kelompok KGR ini berhasil merangsek masuk ke dalam Gereja Bethel tersebut sambil membawa tas ransel yang disandangnya.

Beruntung, aksi mencurigakan yang dilakukan Syamsari dipergoki dua orang warga sekitar gereja, yakni M Riski Nasution (22) warga Jalan Bajak 5 Ujung, Kecamatan Medan Amplas, dan Rahmad Suryadi Nasution (21) warga Jalan Bajak II-H, Kecamatan Medan Amplas. Kala itu, kedua saksi yang sedang berada di sekitar gereja didatangi Syamsari. “Saat itu, kami lagi berdiri-diri di samping gereja itu. Kemudian datang pelaku (Syamsari) menghampiri kami dan menanyakan apakah gereja ini ada penghuninya. Lalu kubilang ada bang penghuninya “kata Riski. Curiga, Riski kembali bertanya kepada pelaku. “Aku sempat curiga sama dia bang, makanya kutanya lagi ada kepentingan apa abang di Gereja Bethel itu. Terus katanya, mau jumpai kawan karena dia mau pindah agama. Lantaran dia mau pindah agama, kusuruh aja dia masuk ke dalam gereja tersebut,” beber Riski seraya mengatakan sebelum masuk ke dalam gereja, pelaku juga sempat ditanyai jemaat gereja.

Baca Juga  Bom Meledak di Sibolga, Polisi Rayu Istri Abu Hamzah untuk Menyerahkan Diri

Beberapa menit di dalam gereja, seorang jemaat tampak berlari keluar dari dalam gereja sambil berteriak ada teroris dan menghampiri Riski dan Rahmad. “Jemaat itu nanya sama kami, apakah ada melihat orang yang membawa tas ransel masuk ke dalam gereja tadi. Lalu kubilang ada, tapi dia barusan keluar tanpa membawa tas ranselnya lagi. Itu dia masih diluar pagar gereja,” beber Riski. Kontan saja jemaat gereja tersebut berteriak ada teroris. “Ada teroris, pria tadi itu adalah teroris,” teriaknya.
Akibat teriakan itu, para jemaat lainnya pun lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Sedangkan jemaat lainnya berhasil menangkap pelaku dan menghubungi pihak kepolisian dari Mapolsek Patumbak.

Dalam Beberapa saat sejumlah personel Polsek Patumbak tiba di lokasi dan langsung melakukan penggeledahan badan dan barang bawaan terlapor. Setelah dipastikan tidak ada bom ataupun bahan peledak di dalam tas ransel milik pelaku, kemudian polisi mengamankan pelaku ke Mapolsek Patumbak, guna penyelidikan selanjutnya.

Baca Juga  Istri Terduga Teroris di Sibolga Meledakkan Diri

Dari “Hasil pemeriksaan tas ransel milik pelaku tidak ditemukan adanya bom atau pun bahan peledak. Di dalam tas itu hanya berisi baju kemeja 2 potong, kacamata 2 , charger HP, Handset, 3 kartu HP dengan No 082370385623, 082367154617 dan 1 satu kartu hp Tri,” kata Kapolsek Patumbak AKP Afdhal Junaidi kepada wartawan, Jumat (23/12) pagi.

Afdhal mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolsek Ulim Langsa Iptu M Daud tentang identitas pelaku. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan Kapolsek Ulim langsa Iptu M Daud untuk mengetahui siapa dan apa motif pelaku sebenarnya datang ke gereja tersebut. Sabar ya, nanti kalau ada perkembangan terbaru terkait kasus ini, akan saya kabarkan,” pungkasnya.(Anto/cektkp)