Loading...

11 Warga Lampung Ditangkap Densus 88 di Toba Samosir

Loading...
Ilustrasi

CEKTKP.ID, Medan –  Berawal dari kecurigaan warga atas aktivitas mencurigakan mengarah ke indikasi terorisme, Polres Toba Samosir (Tobasa) dibantu Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, membekuk 11 orang asal Lampung yang mengontrak rumah milik M Siahaan, Jalan Tandang Buhit, Kelurahan Pardede Onan, Kabupaten Tobasa, tepatnya di belakang Gereja Katolik, Senin (23/12) malam lalu, pukul 23.00 WIB.

“Kecurigaan warga di sekitar tempat kontrakan warga Lampung, disebabkan perkataan dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyebut mereka adalah teroris yang melarikan diri dari Siborong-borong, Tapanuli Utara (Taput). Dari hasil interogasi dan wawancara yang dilakukan Sat Intelkam Polres Tobasa, dan koordinasi dengan Densus 88 AT sampai saat ini belum dapat ditemukan bukti keterlibatan mereka dalam jaringan teroris,” kata Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Selasa (6/12).

Dijelaskannya, sebelum mengontrak di rumah milik M Siahaan, ke-11 warga Lampung itu pernah mengontrak rumah di Siborong-borong, Taput. Mereka bekerja sebagai sales dan mekanik dari UD Tabet Jaya yang bergerak di bidang alat-alat rumah, pengaman kompor dan penghemat kompor yang berkantor di Jalan Raya Raden Intan, Desa Negeri Jaya, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tangga Mus, Lampung.

Sebagai kendaraan operasional, mereka menggunakan 1 unit mobil Toyota Avanza warna kuning metalik plat kendaraan BE 2217 VW. dan 6 unit kereta juga berplat BE. “Itu dipakai mreka untuk menjual dan mempromosikan alat pengaman kompor gas ke desa-desa,” sebut Nainggolan.

Baca Juga  Soal Buronan Radikal Arab Lari ke Indonesia, Mahfud MD: Telah Dikoordinasikan ke BIN dan BNPT

Lantas, pada hari Jumat, 2 Desember 2016 lalu, Kasubdit IV Intelkam Polda Sumut mengirim pesan melalui layanan WhatsApp (WA) kepada seluruh jajaran Intelkam tentang dugaan keterlibatan jaringan terorisme yang dituduhkan oknum tak bertanggungjawab terhadap ke-11 warga Lampung itu.

“Setelah mendapat informasi melalui WA, Kasat Intel Polres Tobasa melakukan lidik dan penggalangan terhadap ke-11 orang tersebut. Dan dari hasil interogasi dan wawancara terhadap ketua kelompok warga Lampung yang bernama Syahmiri (43), warga Desa Banding Agung, Kabupaten. Lampung, bahwa keberadaan mereka di Tobasa yang mengontrak rumah M Siahaan itu, mereka baru 5 hari. Masa ngontraknya 1 bulan, dengan biaya Rp1 juta dan sudah diketahui kepala lingkungan (Kepling) setempat atas nama Siahaan,” bebernya.

Untuk melancarkan kerja, sambung Nainggolan lagi, ke-11 warga Lampung itu membuat peta lokasi agar tidak terjadi kesalahan di lapangan.

“Mereka bekerja di UD Tabek Jaya dengan pimpinan perusahaan atas nama Desven Riady, warga Desa Suka Negeri Jaya, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Peta lokasi mereka untuk berjualan alat pengaman kompor gas dibuat oleh Nazaruddin dan peta tersebut dibuat untuk mempermudah kerja mereka di lapangan. Dan keberadaan mereka di setiap daerah/desa sudah diketahui oleh kepala desa (kades) atau kepala dusun (kadus) setempat,” terangnya.

Baca Juga  Sebut Buronan Radikal Arab Masuk Indonesia, Din Syamsuddin Anggap Pernyataan Mahfud MD Bernada Tuduhan

Ke-11 warga tersebut, beber Nainggolan, pada mulanya berada di wilayah Tobasa pada tanggal 23 Agustus 2016 lalu dan sebelumnya mereka berada di Kisaran selama 1 bulan. Pada bulan September 2016, mereka di Tomok, Kabupaten Samosir selama 1 bulan. Pada bulan Oktober di Parapat, Simalungun selama 1 bulan dan pada bulan Nopember 2016 di Pangugururan, Samosir selama 15 hari, di Humbahas  selama 8 hari, Siborong-borong selama 3 hari, dan pada tanggal 30 November 2016 di Tobasa.

Ke-11 warga Lampung tersebut antara lain, Syahmiri (42), Junaidi (48), Zarruddin (49), Erwinsyah (21), Fikri Irawan (17), Suprizal (22), Daniel Syahputra (30), Devi Irawan (29), Arif Riansyah (24), Azmi Ardiansyah (23), Wahyudi (28). (anto/cektkp)