Loading...

Berkas Dua Tersangka Bom Gereja Samarinda Dilimpahkan ke Kejaksaan, Siap Disidangkan

Loading...
Pelaku pelemparan bom molotov di Gereja Oikoumene, Samarinda, Kalimantan Timur.

CEKTKP.ID, Jakarta – Penyidik Detasemen Khusus 88/Antiteror melimpahkan dua berkas dari tujuh berkas pelaku kasus pengeboman Gereja Oikumene di Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur ke Kejaksaan Agung dan siap disidangkan.

“Ada 7 tersangka yang sudah kita rilis, dimana dua adalah anak-anak dengan inisial GA dan RP, 16 dan 17 tahun. Mereka berdua anggota JAD (Jamaah Anshar Daulah) Samarinda yang dipimpin saudara Joko Sugito,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri. Rabu (30/11).

Joko, yang juga sudah ditangkap, adalah tokoh JAD yang ditunjuk dan menghadiri acara JAD Indonesia pada 2015 di Batu, Malang. Saat deklarasi ada sejumlah hal yang diinstruksikan Amman Abdurrahman bagi yang mengikuti acara JAD.

“Amirnya Zainal Anshori. Beberapa poin yang disampaikan yaitu ada ajakan hijrah ke Suriah. Pembentukan struktur dan menyatukan visi misi. Proses radikalisasi masih terjadi. Itulah berkembangnya jaringan JAD. Ini cukup prihatin anak-anak dilibatkan dalam kegiatan ini,” sambungnya.

Baca Juga  Bom Meledak di Sibolga, Polisi Rayu Istri Abu Hamzah untuk Menyerahkan Diri

GA dan RP juga diketahui pernah mondok di Pesantren Ibnu Mas’ud milik Amman. Hingga kini pesantren itu masih menjalankan aktivitasnya. Pesantren ini juga sempat digeledah Januari 2016 karena terkait dengan Afif, pelaku bom Thamrin.

“Juga kita temukan Abu Jandal, WNI yang sebulan lalu meninggal di Suriah, juga terlibat untuk mengajak kelompok JAD ini membuat amaliah (amalan). Amman dan Abu Jandal sama-sama pernah terlibat konflik di Maluku beberapa tahun lalu,” sambung Boy.

Selain tiga nama di atas, dalam kelompok ini juga ada nama Juhanda (pelaku pengeboman, eks napi bom buku), Supriadi, Ahmadani, dan Rahmat. Joko adalah ayah GA.

“Khusus untuk anak kan penahanannya 7 hari maka hari ini kita sudah akan melimpahkan ke kejaksaan,” lanjutnya. Seluruh tersangka ini sudah berada di Jakarta.

Baca Juga  Teroris Lakukan Penembakan di Mesjid Selandia Baru, Dua WNI Terluka

Bom rakitan meledak di teras Gereja Oikumene pada Minggu, 13 November 2016, pukul 09.50 Wita. Empat balita menjadi korban luka bakar.

Seorang di antaranya meninggal, yakni Intan Olivia Banjarnahor. Sedangkan korban lain semoat dan masih dirawat di RSUD A.W. Syahranie, Samarinda. (red/bs/cektkp)