Loading...

Polemik Cerpen LGBT, IWO Medan: Kemerdekaan Berkomunikasi Tidak untuk Tindakan Amoral

Loading...

Cektkp.id- Cerita pendek (Cerpen) berunsur lesbian “LGBT” yang dipublikasi di situs berita pers mahasiswa suarausu.co mendapat respon negatif dari banyak pihak.

Situs suarausu.co sempat dipadamkan sementara sejak Rabu pagi, 20 Maret 2019 oleh pihak yang berwenang. Dalam wawancaranya dengan salah satu media, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Runtung Sitepu juga mengecam muatan LGBT dalam cerpen tersebut.

Terkait polemik cerpen berjudul “Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya” itu, Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Medan memberikan pandangan tersendiri.

IWO Medan melalui Ketua Dewan Etik, As Atmadi menerangkan bahwa Kemerdekaan berpendapat, berekspresi adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB.

Baca Juga  Ini Cara Menggunakan Aplikasi Wajah Tua di iPhone dan Android

“Namun Kemerdekaan berkomunikasi, tidak untuk memublikasikan tindakan amoral, asusila yang dilarang undang-undang, hukum dan norma-norma yang berlaku di negeri ini,” kata As Atmadi saat diwawancarai, Sabtu (23/3/2019).

Menurutnya, dalam aplikasi kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi, harus disadari adanya kepentingan masyarakat luas yang beragam.

“Landasan moral dan etika menjadi dasar setiap mempublikasikan karya tulis melalui media massa,” ujar wartawan senior yang berpengalaman dalam menulis Cerpen ini.

As Atmadi mengimbau agar redaksi suarausu.co memperhatikan UU Informasi Transasi Elektronik (ITE) dalam menyiarkan konten.

Dalam UU ITE itu, setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Baca Juga  Wali Kota Banda Aceh Minta Telkom Blokir Game PUBG

“Dalam berkegiatan menyiarkan konten di media dalam jaringan, kita juga harus mengikuti norma-norma yang ada di masyarakat,” pungkas As Atmadi. (aul/cektkp/rel)