Loading...

Ini Dia 3 Tim Pemenang DILo Hackathon Festival Medan

Loading...

CEKTKP.ID, Medan – Pada tanggal 24 dan 25 November 2017 DILo Medan bersama Indigo Creative Nation resmi mengadakan DILo Hackathon di kota Medan. Sebagai bagian dari rangkaian acara DILo hackthon festival di 10 Kota di Indonesia yaitu Banda Aceh, Medan, Tangerang, Bandung, Bogor, Malang, Jogja/Solo, Denpasar, Balikpapan dan Makassar.

Sejak 2 minggu membuka registrasi tercatat kurang lebih 30 tim terdaftar. Setelah melewati proses seleksi panitia akhirnya 20 tim dipilih untuk mengikuti DILo hackathon Medan sejak tanggal 24 hingga 25 november 2017 berlokasi di DILo Medan. Para peserta berasal dari berbagai universitas di kota Medan dan sekitarnya, seperti USU, UIN, STMIK Mikroskil, Harapan, LP3i, hingga IT DEL.

Pada pembukaan DILo Hackathon Medan yang diadakan di DILo Medan dihadiri oleh Managing director Indigo Creative Nation dan Deputy General Manager Pt. Telkom wilayah Medan. Deputy GM Telkom wilayah Medan menyatakan “sangat mendukung acara-acara seperti ini guna meningkatkan kemampuan kompetisi kota Medan secara nasional maupun regional”.

DILo hackathon merupakan ajang kompetisi bagi masyarakat Indonesia untuk menghasilkan aplikasi-aplikasi terbaik dalam satu malam atau 24 jam di 10 kota di Indonesia, dengan mengusung tema “Building Competitiveness Through Digital Creative”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi isu-isu yang dihadapi Indonesia dan mencari solusinya, mengembangkan dunia digital kreatif di Indonesia, dan menciptakan inovasi yang disruptif.

Baca Juga  Foto Eks Persija dengan Habib Rizieq Dihapus Instagram

DILo hackathon dilaksanakan dalam 24 jam yang dilanjutkan dengan penjurian secara berkelanjutan. Setelah dibuka oleh pihak PT. Telkomunikasi Indonesia dan serentak di kota lainnya secara online, acara dilanjutkan dengan Workshop yang dibawakan perwakilan dari MainAPI yang berfungsi untuk menyampaikan materi pengetahuan dasar terkait persyaratan teknis kompetisi. Fase berikutnya adalah “Hacking Time” dimana peserta membuat produk yang mereka ingin 24 jam kedepan sebelum dipresentasikan dihadapan para juri. Berikutnya pada fase “best 10 selection” peserta melakukan demo terhadap product yang mereka kembangkan untuk mencari 10 tim terbaik untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap akhir para peserta mempresentasikan produk dan bisnis mereka dihadapan para juri dan peserta lainnya, hingga akhirnya diperoleh 3 tim terbaik sebagai pemenang.

Setelah proses seleksi yang panjang dan ketat, akhirnya DILo hackathon Medan memiliki 3 tim pemenang, juara 1 adalah Tim “Witch Doctor” dengan produk bernama PATUNGAN sebuah platform yang memungkinkan pemilik bisnis dipertemukan dengan calon investor, juara 2 diperoleh tim “NAPA” dengan produk CROWD FOOD sebuah aplikasi yang memudahkan pemilik bisnis menjual makanan yang tersisa dengan harga lebih murah bertemu dengan calon pembelinya, dan juara 3 adalah tim MIOT dengan produk MIOT sebuah perangkat IOT yang memungkinkan untuk menyalakan dan mematikan sepeda motor melalui ponsel berbasis android.

Baca Juga  Si Perancang Internet Tutup Usia

Dimana setiap pemenang berhak menerima hadiah uang tunai sebesar 3 juta rupiah untuk pemenang pertama, 2 juta rupiah untuk pemenang kedua, dan 1 juta rupiah untuk pemenang ke 3. Selain itu mereka dan para pemenang dari kota-kota lainnya akan diseleksi kembali untuk diikutsertakan dalam kegiatan Indigo Day.

Peda penutupannya bapak Ery punta selaku Deputy executive general manager digital service division PT. Telekomunikasi Indonesia menyampaikan harapannya “agar setiap peserta tetap mengembangkan produk yang mereka kerjakan”. Selain itu beliau juga mengingatkan tentang “pentingnya kompetisi dalam mengejar ketertinggalan dengan kota-kota lain baik di Indonesia atau regional dalam bidang inovasi”.

Kemudian bapak Susatyo EVP reginal 1 Sumatera PT. Telekomunikasi Indonesia juga menambahkan Pihak Telkom wilayah Sumatera “kami sangat menantikan adanya kelanjutan khususnya informasi dan saran tentang kebutuhan untuk memperkuat ekosistem digital kreatif di kota Medan dan kota lainnya di pulau Sumatera”, yang disampaikan dalam penutupan DILo hackathon medan.