Loading...

Soal Tilang Online, Ini Kata Dirkamla Korlantas Polri dan Dirlantas Polda Sumut

Loading...

Ilustrasi

CEKTKP.ID, MEDANWacana diberlakukannya sistem tilang online yang terhubung dengan back office maupun bank serta pengadilan yang akan menjatuhkan eksekusi putusan denda terhadap pelanggar lalulintas menggunakan CCTV merupakan langkah awal menuju Electronic Law Enforcement (ELE) berkaitan penanganan ketertiban berlalulintas.

“Electronic Law Enforcement ini dapat mencegah agar tidak terjadi kemaceta dan kecelakaan lalu lintas maupun masalah-masalah lalulintas lainya. Selain itu juga memberikan perlindungan dan pengayoman kepada setiap pengguna jalan dalam upaya membangun budaya tertib berlalulintas mengedepankan Edukasi serta kepastian hukum,” sebut Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamla) Korlantas Polri, Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana dlam siaran persnya yang diterima wartawan di Medan, Selasa (12/9/2017).

Dijelaskannya, penindakan melalui tilang secara manual yang selama ini dilakukan terdapat banyak kendala, mulai dari masalah kecepatan, komplain pengendara hingga potensi penyalahgunaan kewenangan personel yang bertugas.

Menurutnya, wacana diberlakukannya tilang secara online sebagai upaya mempersingkat cara untuk melakukan penindakkan di lapangan yang nantinya akan menggunakan alat baca barcode/ kode-kode pengaman pada SIM/ STNK dan tidak lagi menggunakan blangko lembaran tilang.

Alat baca barcode dengan sistem online tersebut, katanya, akan terhubung dengan back office maupun bank serta pengadilan yang akan mengeksekusi penjatuhan putusan denda.

“Keuntungan dengan adanya penggunaan tilang online yakni tidak lagi menulis secara manual, lebih cepat waktu penindakanya. Selain itu juga tidak memerlukan blanko tilang, data tilang langsung bisa terkoneksi dengan back office sehingga diperoleh data akurat sebagai sistem filling dan recording. Terkoneksi dengan bank untuk pembayaran denda serta terkoneksi dengan pengadilan untuk menyidangkan/ menjatuhkan putusan denda,” ungkapnya.

Baca Juga  Wadaw, #RomiMakelarDoa Ramai di Twitter

Lebih lanjut ditambahkannya, dalam proses penerapan sistem tersebut masih perlu dilakukan langkah-langkah penting sebagai pendukung, seperti menyangkut political will/ kebijakan, rasionalisasi implementasi, membangun sistem-sistem infrastruktur (back office, aplikasi dan networknya) yang juga didukung dengan produk-produk SIM dan STNK yang memiliki barcode/sistem kode yang bisa terbaca dengan kamera.

Dalam upaya itu, juga perlu menyiapkan tim transformasi sebagai tim pendukung atau tim kendali mutu serta melakukan MoU dengan para stakeholder terkait.

Terlebih menurutnya, dalam melakukan pengembangan menuju ELE itu juga merupakan transfer knowledge dalam dunia praktik membuat sesuatu yang revolusioner.

“Kemampuan anggota menggunakan tilang online merupakan hal penting untuk menuju ELE. ELE bisa melakukan penindakan elektronik dan juga peradilannya secara elektronik,” pungkasnya.

Sumut Masih Perlu Perbaikan Infrastruktur

Menanggapi wacana tersebut, Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Raden Heru Prakoso, menyebutkan penerapan sistem tilang online menuju ELE berkaitan penanganan tertib berlalulintas itu sendiri, masih sebatas wacana yang terus dipelajari pihaknya melalui berbagai survei di Sumut.

Disebutkannya, masih banyak infrastruktur dan sarana penunjang lain yang harus dibenahi maupun dibangun terlebih dulu dalam penerapan sistem ELE.

Baca Juga  Bisa Terancam UU ITE Bagi Penyebar Video tidak Utuh yang Gaji Kamu Siapa

Termasuk mengenai sistem yang akan digunakan untuk menjalankan sistem tilang tersebut pada Regional Traffic Management Center (RMTC) di Sumut.

“Memang waca itu sendiri sudah kita tindaklanjuti melalui beberapa analisis baik itu mengenai lokasi penerapannya maupun menyangkut keperluan sarana dan prasarana sebagai penunjang. Artinya untuk diberlakukannya sistem tersebut, Sumut sendiri masih perlu membangun infrastruktur pendukungnya terlebih dahulu semisal menyangkut adanya RMTC yang rencananya akan dibangun di Samsat Putri Hijau,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Heru, meski demikian pihaknya sudah melakukan survei sejumlah titik lokasi diterapkannya sitem tilang tersebut di Sumut bilamana sudah memungkinkan.

Lokasi-lokasi yang tentunya merupakan titik rawan macet tersebut, imbuhnya, masih terus dimonitoring.

“Kalau lokask sudah beberapa yang kita lakukan survei diberlakukannya sistem tilang tersebut apabila nantinya sudah memadai. Salah satunya di beberapa persimpangan jalur lintas menuju tempat wisata danau toba dan di beberapa titik lain tersebar di sejumlah daerah di Sumut,” pungkasnya. (ridho)