Loading...

Bapak Ini ke Rumah Putrinya untuk Meminjam Uang, Tapi Putrinya Malam Memberikan Dia Benda Ini, Setelah Pulang Air Matanya Mengalir…

Loading...

CEKTKP.ID – Di pagi hari, Pak Tam membeli sekantong besar buah kering untuk pergi ke rumah menantunya. Dia ingin mengunjungi putrinya, padahal dia sebenarnya ingin meminjam uang.

Putrinya beserta suami dengan antusias menyambut kedatangannya, setelah menerima buah tangan ayahnya, putrinya membuatkan semangkuk mie acar yang paling disukai ayahnya.

Setelah selesai makan, menantu laki-laki tersebut mengatakan bahwa ini adalah hari Sabtu dan adalah waktunya untuk berlibur, dia berencana untuk mengajak istrinya jalan-jalan, dan kini, dia berencana untuk mengajak mertuanya juga.

Pak Tam juga ingin pergi, tapi kali ini sebetulnya dia berkunjung adalah untuk meminjam uang, jika dia malah ikut jalan-jalan, mungkin dia malah tidak akan dipinjami uang, atau malah merusak mood mereka.

Akhirnya dia berkata, “Sulit untuk menolaknya, tapi ayah sudah terbiasa hidup di desa dan tidak terlalu suka berjalan-jalan di kota, lagipula, sekarang di desa ada banyak pekerjaan. Jadi lebih baik ayah pulang saja.”

Menantu laki-lakinya mengatakan bahwa dia tidak akan memaksa, dan akan menghormati pilihan ayah mertuanya, jadi begitulah, dia segera bergegas pulang.

Sebelum pulang, putrinya memberinya sebuah mantel tebal sambil berkata, “Ayah, di luar dingin, kenakanlah mantel ini, mantel ini akan membuat ayah hangat.” Dia pun menerimanya.

Akhirnya dia diantarkan ke terminal untuk naik bus ke desa, dari sana lalu menantu dan putrinya pergi.

Pak Tam bingung bagaimana memberitahu istrinya, dia sudah mengunjungi putrinya untuk meminjam uang, namun dia tidak berbicara.

Dan dia malah hanya membawa pulang sebuah mantel hitam tebal ke rumah.

Setibanya di rumah, dia menceritakan semuanya kepada istrinya.

Istrinya lalu menyuruh Pak Tam untuk menelpon putrinya, dan memanggilnya pulang, nanti setelah dia pulang, dia bisa berbicara untuk meminjam uang.

Setelah menelepon, putrinya justru berkata: “Ayah, di dalam saku kanan mantel yang ayah kenakan, ada buku tabungan dan kartu ATM, nomor PIN-nya adalah tanggal ulang tahun ayah, ada sedikit uang di situ, silahkan ayah gunakan…”

Setelah pembicaraan di telepon selesai, pak Tam melihat sakunya, dan benar saja, di situ ada buku tabungan, saldonya 150 juta, simpanan itu baru dibuka kemarin, dengan jumlah yang disetor satu kali.

Disitu juga ada sebuah surat, menantunya menulis:

“Ayah, terus terang kami tahu, uang sebanyak inilah yang ayah gunakan saat anak ayah menikah,dan ayah telah menjual banyak barang serta menguras tabungan untuk mendapat uang dalam jumlah tersebut.

“ Kami tidak pernah lupa dan terus terang kami berdua sebetulnya ingin memberi lebih, namun saat ini masih belum bisa, maaf juga kami tidak bisa pulang akhir-akhir ini.

“ Di rumah ada hal yang harus diselesaikan, sementara ini, kami hanya bisa memberi uang 150 juta ini, mohon diterima uang yang sedikit ini, kelak saat kami memiliki lebih dan ada waktu kami pasti akan datang dan memberi lebih banyak.

“Terima kasih ayah, salam untuk ibu.”

Selesai membaca surat itu, Pak Tam mengusap air matanya …

Pengorbanan yang tulus dari orangtua, pasti akan menghasilkan anak-anak yang berbakti. Keberuntungan seringkali datang di saat yang tak terduga, juga datang dari sumber yang tak disangka, jadi berbuat baiklah dan jangan pernah putus asa.

Loading...
Loading...