Loading...

Satu Lagi Sifat Asli Kapoldasu Irjen Waterpauw Terbongkar, Ternyata Seperti Ini… 

Loading...

Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw memberi memberikan kuis kepada anak-anak yang ditemuinya. ANTO/CEKTKP

CEKTKP.ID, SERGAI – Satu lagi sifat asli Kapoldasu Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw terbongkar.

Di sela-sela penelusurantempat masuknya narkoba jenis sabu jaringan internasional Indonesia-Malaysia di Pantai Mutiara Indah 88, Desa Batang Ale Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sergai, Sumatera Utara (Sumut), ternyataIrjen Paulus Waterpauw merupakan sosok penyayang terhadap anak-anak.

Saat berjalan menuju Pos Satpolair Polres Sergai, tiba-tiba Waterpauw berhenti dan menyambangi sejumlah bocah yang berada di lokasi.

Kemudian, dia mengajak anak-anak itu berbincang. Anak-anak tersebut, awalnya terlihat takut. Dalam pikiran mereka, baru kali ini diajak ngobrol sama polisi, terlebih berpangkat bintang dua.

Baca Juga  Kepala Pecah, Sugeng Tewas Ditangan Tompel

Melihat gelagat itu, Waterpauw langsung berinisiatif untuk memberi kuis kepada bocah-bocah tersebut. “Ayo, kita main kuis!” ajaknya.

Sambil membuka topinya, Waterpauw pun bertanya. “Kalau saya buka topi seperti ini, saya berasal dari mana?” tanyanya.

Anak-anak tersebut saling berpandang-pandangan. Lantas, salah seorang anak yang mengaku sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) menjawab, berasal dari Papua. Karena jawabannya benar, Waterpauw memberikan hadiah sejumlah uang. “Ini untuk beli buku ya, jangan buat jajan. Untuk sekolah,” pesan Waterpauw sambil menyerahkan uang hadiah.

“Pertanyaan kedua, ini ada pangkat di pundak saya. Ini pangkatnya apa?” tanyanya lagi.

Sekali lagi, anak-anak tersebut saling berpandangan. Dan lagi-lagi, anak yang menjawab sebelumnya, memberikan jawaban benar. Namun kali ini, bukan hanya dia yang diberi hadiah uang, tapi anak-anak lainnya yang usianya di bawah dia.

Baca Juga  Kebiasaan Melipat Rupiah buat Mahar Bisa Kena Pidana 5 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

“Ini buat sekolah ya, untuk beli buku. Sekolah yang pintar. Siapa yang mau jadi polisi? Kalau mau jadi polisi, sekolahnya yang pintar,” pesannya. (anto)