Loading...

Prabowo Lebih Sering Naik Alphard, TKN: Enggak Mungkin Mau Naik Kereta Seperti Jokowi

Loading...

Cektkp.id- Gaya komunikasi capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, yang selalu naik mobil Alphard, dikritik jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago. Irma menilai, Prabowo sulit menjadi rakyat biasa.

Dia membandingkan gaya Prabowo yang beda dengan Jokowi karena bersedia naik Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline.

“Prabowo autentik pakai Alphard karena tidak pernah jadi rakyat biasa. Jadi, memang enggak mungkin mau naik kereta seperti Jokowi yang memang berasal  dari rakyat jelata,” kata Irma kepada VIVA, Sabtu, 9 Maret 2019.

Bagi Irma, strategi apapun yang dipakai Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk memoles Prabowo akan sulit. Kata dia, karena Prabowo tak pernah merasakan menjadi rakyat.

Mau dipoles seperti apapun Praowo enggak akan pernah mampu berada di tengah rakyat dan merasakan bagaimana menjadi rakyat,” ujar Irma.

Baca Juga  Foto Ketua Panwaslu Malaysia dengan Relawan Prabowo-Sandi Viral, Bawaslu: Itu Hoaks

Kemudian, ia menyinggung kubu pendukung Prabowo yang selalu menuding Jokowi pencitraan. Menurut dia, Jokowi dengan hampir satu periode pemerintahannya sudah mampu memahami karakter rakyatnya.

Kasihan BPN sudah berusaha sekuat tenaga untuk memoles tetap saja tak bisa karena putus asa yang bisa dilakukan selalu menuduh pencitraan,” tutur Irma.

Sebelumnya, Wakil Direktur Advokasi BPN, Ferdinand Hutahaean menyindir Jokowi yang menaiki KRL saat ke Bogor. Upaya Jokowi sebagai capres petahana ini adalah strategi mendatangi keramaian. Ia pun heran

“Saya melihat yang dilakukan Jokowi pulang naik KRL bagian strategi mendatangi keramaian. Karena semua orang tahu jam segitu jam penuh padat naik KRL, betul-betul berdesakan. Saya pernah naik KRL, padat betul, bergelantungan, berdesakan,” kata Ferdinand kepada VIVA, Jumat malam, 8 Maret 2019.

Baca Juga  Jokowi Menang di Rumah Sakit Jiwa Grogol

Ferdinand menyindir upaya Jokowi ini dilakukan mungkin karena banyak acara Jokowi yang sepi. Maka itu, kata dia, eks Gubernur DKI itu ingin mendapatkan situasi yang ramai. Bagi dia, cara ini, seperti bagian kampanye yang dilakukan Jokowi.

“Setelah acaranya sepi-sepi aja, Pak Jokowi ingin mendapatkan situasi yang ramai, mungkin Jokowi rindu keramaian saat itu. Tapi, itu bagian dari strategi bagian dari kampanye,  apakah gagal atau tidak itu ya biar masyarakat yang menilai,” jelas Ferdinand.

Sumber: viva.co.id