Loading...

Ngomong Soal Keterlibatan Perempuan di Dunia Politik, Ini Pandangan Balon Gubsu Ade Sandrawati

Loading...

Bakal calon Gubsu, Ade Sandra berbicara dalam kegiatan Ngobrol Pintar di Tebingtinggi. IST/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDAN – Kontestasi pemilihan calon Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) semakin menggema.

Bahkan, beberapa partai politik (parpol) sudah melakukan langkah lebih maju dengan menjaring konstituen untuk menentukan bakal calon yang akan diusung atau didukung.

Seperti yang dilakukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tebing Tinggi. Partai ini mengundang Ade Sandrawati Purba sebagai bakal calon Gubernur Sumut untuk berbicara dalam kegiatan “Ngopi” atau ngobrol pintar, Senin (4/9/2017).

Dalam kesempatan itu, Ade mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan berbagai upaya politik termasuk membangun komunikasi dengan partai.

Bahkan, beberapa partai telah memintanya menyampaikan visi dan misi untuk membangun Sumut yang lebih baik.

“Kepada beberapa parpol, saya sudah menyampaikan visi dan misi membangun Sumut. Bahwa hal yang paling penting adalah sinergisitas antara pemerintahan dan masyarakat. Yang tak kalah pentingnya adalah upaya untuk melibatkan perempuan dan kaum muda dalam pembangunan,” kata Ade.

Ibu empat anak ini mengatakan, sangat banyak sekali persoalan yang menyangkut pengambilan kebijakan dalam upaya mencapai masyarakat sejahtera.

Baca Juga  KPU Minta Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pelaksanaan Pilkada 2020

Dia mengatakan, pada praktiknya selama ini, kaum perempuan dan pemuda selalu terabaikan.

Mereka, sambung Ade, lebih banyak menjadi bahan eksploitasi politik daripada menjadi penentu arah kebijakan tersebut.

“Persoalan perempuan, mereka hanya dijadikan contoh kasus tanpa pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Contohnya, kaum perempuan diajak bermusyawarah sebelum keputusan diambil. Jadi apa maunya Pemerintah saja yang berlaku, tanpa mempertimbangkan apa yang sebenarnya terjadi pada perempuan itu sendiri. Kaum muda dan perempuan lebih banyak yang pasif, dan ini harus dibenahi secara bersama-sama,” katanya.

Dalam visi dan misinya itu, Ade juga menyinggung tentang korupsi, kolusi, dan nepotisme, suap-menyuap, dan persoalan lain seperti upaya untuk menciptakan pemerintahan yang baik atau good government dan clean governance.

Namun lebih dari itu, Ade juga akan memperluas peran perempuan dan kaum muda untuk membangun masyarakat kreatif sehingga mampu menjadi pelaku yang unggul dalam persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Baca Juga  Astaga! Istri, Abang, Adik, Menantu Gubernur dan Sekda Riau Dilantik Jadi Pejabat

“Perempuan dan kaum muda akan jadi pembeda kreativitas. Saya yakin, kita akan unggul dan bukan hanya konsumen di negeri sendiri,” ujarnya.

Ade berharap, dengan penyampaian visi dan misi tersebut akan dibantu dan didukung penuh oleh partai politik sebagai perahu untuk maju dalam kontestasi Pilgubsu.

Acara Ngobrol Pintar ini diinisiasi oleh DPD PSI Kota Tebingtinggi bersama BKPMRI Tebingtinggi, organisasi mahasiswa, dan rekan pers.

Acara ini cukup menarik antusias kaum muda karena mereka mengaku sangat jenuh dengan pemerintahan yang selama ini lebih mengedepankan pencitraan daripada kerja nyata.

Bahkan beberapa orang di antaranya mengajak para audiens untuk membuat sejarah baru dengan mengusung calon gubernur perempuan yang terbukti bersih dan tidak terlibat dosa politik masa lalu. (ridho)