Loading...

Kapolri Mengakui Daerah-daerah Ini Rawan Saat Pilkada

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Indonesia akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 101 daerah, dalam waktu dekat ini. Untuk itu, Polri yang bertugas melakukan pengamanan agar pesta demokrasi berjalan mulus dan damai, sudah mendeteksi potensi kerawanan tersebut.

Meski Gubernur nonaktif, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sudah masuk dalam persidangan akibat dilaporkan oleh umat Islam atas kasus dugaan penodaan agama, ternyata Provinsi Jakarta yang merupakan Ibu Kota Indonesia, masuk dalam peta rawan potensi konflik dalam Pilkada serentak tersebut.

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian‎ mengakui, Provinsi Jakarta termasuk daerah yang rawan konflik dalam Pilkada serentak. Selain Jakarta, kata Tito, Aceh pun termasuk daerah yang terdeteksi akan potensi konflik dalam Pilkada serentak tersebut.

Baca Juga  Diprotes Masyarakat Maluku, Wiranto Minta Wartawan Dinginkan Suasana

“Lalu ada beberapa daerah timur seperti di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Papua,” ujar Tito usai meluncurkan inovasi berbasis IT, Polisi Kita Polda Sumut di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (5/2) siang.

Menurut Tito, pengamanan Pilkada serentak ini merupakan operasi kewilayahan. Artinya, Polda maupun Polres hingga Polsek yang wilayahnya melangsungkan Pilkada serentak itu, diminta untuk mandiri mendeteksi potensi kecurangan yang berdampak kepada gagalnya pesta demokrasi tersebut.
“‎Ini operasi kewilayahan. Meski ada mandiri dari pusat, tapi mandiri kewilayahan juga. Kita minta kepada wilayah, silahkan menilai masing-masing,” kata jenderal bintang empat ini.

Jika memang membutuhkan penambahan personel, kata Tito, silahkan menyampaikan kepada Mabes Polri. Tito janji, pasti akan mengerahkan bantuan personel dari kesatuan yang diminta. “‎Ya, ada penambahan personel. Tergantung dinamika. Kalau kita anggap rawan, ya kita tambah,” ujar Tito saat disinggung apakah Polda atau Polres sudah meminta personel tambahan atau belum.(CEKTKP/Anto)