Loading...

Asiiik! 5 Februari E- Policing Akan Launching di SUMUT

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN -Program E-Policing dipastikan akan dilaunching langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (5/2) ini.
Demikian disampaikan Kapolda Sumut, Irjen Rycko Amelza Dahniel kepada wartawan usai menggelar serahterima jabatan di Aula Tribata Mapoldasu, Rabu (1/2) siang.

“Commander Wish Kapolri diimplementasikan oleh program unggulan, ada empat program unggulan. Ini semua untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Nanti bapak Kapolri Jenderal Tito yang akan melaunching langsung,” ujar Rycko.

Menurutnya, Polda Sumut yang pertama kali terintegrasi ke seluruh polres-polres jajaran yang berjumlah 27 polres. Secara rinci, Rycko enggan menjabarkan empat program unggulan tersebut. “Masterplan pedoman tiga pilar plus,” ujarnya.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, banyak keluhan masyarakat saat berkunjung ke Polsek. Sebab, kata Rycko, personel di Polsek minim pelatihan. “Yang salah saya, saya kurang kasih pelatihan. Kapolda terus yang latihan. Ada juga sispam kota terpadu. Itu salah satu program ungulanya,” tandasnya.

Sebelumnya, Polda Sumut dan Polres jajaran akan meluncurkan sebuah program yang dinamai E-Policing atau dikenal sebagai Elektronik Policing. Demi meningkatkan pelayanan publik, juga menjadi alasan diluncurkannya program tersebut. Tak tanggung, dapat 7×24 jam aktif.

Baca Juga  Tito Karnavian: Papua Selatan Sudah Oke Lah

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, ada konten pelayanan berbasis IT di dalam E-Policing tersebut. Masing-masing memiliki definisi yang berbeda.
Rina menyebut, pertama adalah informatif atau dapat diartikan sebagai komunikasi yang bersifat satu arah. Konten kedua, ‎interaktif, atau juga dimaksud sebagai komunikasi dua arah tentang interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok. “Misalnya, proses tanya jawab untuk mempercepat reaksi,” katanya, Selasa (31/1) kemarin.

Terakhir, transaktif yaitu interaktif yang tercipta dengan menjembatani suatu individu atau kelompok untuk diteruskan dengan individu atau kelompok lainnya.
“Misal, pengaduan masyarakat mengenai adanya peristiwa kebakaran. Dari hal itu personel bisa memberitahu langsung kepada pemadam kebakaran,” jelas Rina.

Dia menambahkan, pelaksanaan E-Policing dicanangkan berdasar pertimbangan atas perkembangan pesatnya iilmu peng‎etahuan dan teknologi. Dampaknya, terjadinya globalisasi yang membawa permasalahan, berkaitan dengan gangguan keamanan maupun kejahatan.

Baca Juga  Larang ASN Pakai Cadar, MenPANRB: Pakai Peci Silakan

“Permasalahan negatif lain juga terjadi dalam masyarakat, khususnya berhubungan dengan aksi kejahatan yang semakin kompleks karena kecanggihan yang semakin sistematis terorganisir dan professional. Kejahatan semakin sulit untuk dicegah, dilacak dan dibuktikan. Karena itu E-Policing ini menjadi salah satu inovasi Polri,” tandasnya.
Kepada masyarakat, harapannya, bisa menilai semakin meningkat kinerja polisi, apalagi dalam hal pelayanan prima.

E-Policing juga diharap dapat memberi pemahanan sebagai pelayanan yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel dan informatif serta mudah diakses.
“E-Policing bukan berarti menghapus cara-cara manual yang masih efektif dan efisien dalam menjalin kedekatan antara Polisi dengan masyarakat. Tapi justru untuk menyempurnakan serta meningkatkan kualitas kinerja, sehingga Polisi benar-benar menjadi sosok yang professional,” sebutnya.(CEKTKP/Anto)