Loading...

Pasca Penembakan Yang Menewaskan Pengusaha Airsoft Gun

Loading...

Pasca Penembakan Kuna
//Dit Intel Poldasu Dalami Peredaran Senpi Ilegal

CEKTKP.ID, MEDAN- Peristiwa penembakan menawaskan seorang pengusaha, Indra Gunawan alias Kuna (45), mengindikasikan maraknya peredaran senjata api (senpi) ilegal di Kota Medan. Ironisnya senpi ilegal yang beredar di tengah masyarakat itu disalahgunakan untuk melakukan aksi kejahatan.

Berkaitan hal tersebut Direktur Direktorat Intelkam Polda Sumut, Kombes Pol Dedi Kusuma Bakti, Kamis (26/1), menyebutkan sejauh ini pihaknya masih terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan senpi secara intensif. Namun, pengawasan yang bisa dilakukan pihaknya tersebut hanya sebatas menjangkau senpi yang memiliki izin dan terdaftar kepemilikannya. “Kalau menyangkut pengawasan senjata api, tentu kita masih terus melakukannya secara intensif baik itu mengenai keberadaan, kondisi dan penggunaannya. Tapi pengawasan itu hanya untuk senjata api yang memiliki izin dan terdaftar kepemilikannya. Semisal yang digunakan untuk keperluan personel Polri, ataupun keperluan olahraga,” sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, maraknya penggunaan senpi ilegal di masyarakat, dalam praktiknya upaya pengawasan tidak bisa hanya dilakukan pihak kepolisian, khususnya Direktorat Intelkam yang selama ini menangani urusan izin kepemilikan senjata api. Karena menurutnya, peredaran senjata api ilegal juga menyangkut persoalan yang lebih kompleks dan perlu dukungan sinergitas fungsi tugas lintas Instansi. “Jadi peredaran senjata api ilegal di tengah masyarakat ini bisa dibilang masalah yang cukup kompleks. Karena tidak hanya berkaitan soal ketentuan hukum yang mengaturnya, tapi juga menyangkut banyak faktor yang harus turut diawasi semua pihak dalam hal menjaga keamanan negara. Selama ini pengawasan kita hanya menjangkau senjata-senjata berizin,” jelasnya.

Baca Juga  Jelang Pelantikan Jokowi, Kapolda Sumut: Apabila Ada Pihak-pihak yang buat Rusuh Silakan Keluar dari NKRI

Demikian, sambungnya, penggunaan senjata api diduga ilegal dalam peristiwa penembakan seorang pengusaha, Indra Gunawan alias Kuna (45) belum lama ini menjadi salah satu faktor pendorong untuk lebih jauh mendalami kasus peredaran senjata api ilegal guna dilakukan penindakan sesuai hukum yang mengaturnya oleh pihak kepolisian maupun Instansi terkait lain. “Dari peristiwa itu kita juga turut serta menyelidikinya lebih jauh mengenai peredaraannya. Termasuk apabila senjata-senjata tersebut merupakan senjata rakitan sebagaimana dugaan awal dari penangkapan para pelaku dan barang bukti senjata api yang turut diamankan,” katanya.

Ketika disinggung mengenai peredaran senjata api ilegal yang disebut-sebut juga melibatkan oknum-oknum aparat penegak hukum, Kombes Dedi mengaku bahwa sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut untuk melakukan tindaklanjut sesuai hukum. Namun begitu penyelidikan tentang peredaran senjata ilegal yang dikhawatirkan digunakan untuk aksi kejahatan akan dilakukan pihaknya lebih ketat. “Belum ada informasi yang kita dapat menganai itu, tapi menyangkut senjata api ilegal yang berada dan dikhawatirkan disalahgunakan untuk kejahatan pasti terus berupaya kita lakukan,” pungkasnya.

Baca Juga  Menhan Akui Kumpulkan 70 BEM, UI Tak Ikut

Terpisah Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, menyatakan uji labfor terhadap tiga senjata api yang diamankan dari para pelaku terlibat penembakan Kuna masih menunggu hasil labfor untuk mengetahui jenisnya apakah merupakan rakitan atau lain sebagainya. “Biasanya seminggu dari uji labfor sudah diketahui hasilnya, tapi sampai saat ini masih menunggu hasil,” kata Rina.

Menurutnya, proyektil peluru yang sempat bersarang di tubuh Kuna sudah diambil proyektilnya untuk dilakukan uji laboratorium. “Di Labfor Cabang Medan, masih dalam uji labfor. Itu dilakukan untuk mengetahui jenis organik atau bukan,” tandas Rina.(CEKTKP/Anto)