Loading...

Dewan Kota Medan: Sejak Banjir Tahun 2011, Belum Ada Langkah-langkah Penanganan

Loading...
Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution

CEKTKP.ID, Medan – Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution menggelar pertemuan dengan Dewan Kota Medan di Balaikota Medan, Rabu (21/9).

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Kota menyampaikan sejumlah keluhan yang disampaikan masyarakat, terutama menyangkut masalah banjir, jalan rusak serta kebersihan. Selanjutnya, Dewan Kota pun memberikan sejumlah masukan untuk dilakukan Pemko Medan guna mengatasinya.

Salah seorang anggota Dewan Kota, Afifuddin Lubis menyoroti masalah banjir, jalan rusak dan kebersihan yang disoroti warga. Untuk itu, jelas Afifuddin, Dewan Kota telah menganalisa seluruh keluhan masyarakat tersebut, salah satunya mengenai banjir.

“Terkait masalah banjir ini, Dewan Kota sudah melakukan evaluasi serta solusi mengatasinya,” kata Afifuddin.

Sebelumnya anggota Dewan Kota lainnya, Budi D Sinulingga memaparkan, sejak banjir besar tahun 2011, belum ada langkah-langkah penanganan banjir yang dilakukan.

Menurutnya, penyebab banjir di Kota Medan akibat air limpasan permukaan sudah meningkat. Kemudian kapasitas saluran primer tidak mncukupi lagi dan pemabngunan saluran sekunder tidak efektif.

Upaya penanggulan menurut Budi, diadakan reboisasi, pembangunan waduk serta noprmalisasi dan pelebaran sungai. Kemudian diikuti dengan penertiban dan pengawasan terhadap tumbuhnya bangunan baru di bantaran sungai.

Baca Juga  Heboh Video Ahok Harus Kita Habisi, Ma'ruf Amin: Video yang Disebar Hasil Editan dan Tak Utuh Lagi

Di samping itu, Budi menyampaikan saran Dewan Kota menyikapi banjir. Pertama, membentuk tim koordinasi penananggulangan banjir. Kedua, membentuk tim sosialisasi pembebasan kawasan di bantaran sungai dibantu pakar sosial.

“Tim sosialisasi ini sangat dibutuhkan untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai agar mau pindah, sebab bangunan yang ada di pinggiran sungai menjadi penyebab penyempitan penampang sungai sehingga sungai tidak sanggup menampung debit air,”jelas Budi Sinulingga.

Lebih lanjut lagi, Budi menyarankan agar Pemko Medan membentuk tim penertiban bangunan liar di pinggiran sungai, dan memerintahkan lurah untu mengawasi sungai dan salurannya atas akulasi dari penduduk.

Tidak hanya itu saja, Budi juga meminta agar PDAM dan instansi lainnya memindahkan bagian dari instalasi yang menghambat saluran. Dan yang terakhir harus dilakukan peningkatan upaya pemeliharaan saluran.

Sementara itu menurut Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, banjir yang kerap melanda Kota Medan menjadi perhatian khusus Walikota Medan, Dzulmi Eldin. Selama 3 tahun ke depan, Pemko Medan akan terus fokus memperbaiki infrastruktur kota, seperti perbaikan drainase, jalan, dan lainnya.

Baca Juga  Jual Beli Suara di Malaysia, Caleg PDIP: Gak Heran

Atas dasar itulah Pemko Medan sangat mengapresiasi masukan dari Dewan Kota untuk mengatasi masalah banjir tersebut.

“Kami sangat mengharapkan adanya masukan dari Dewan Kota, sehingga kami dapat mengambil langkah-langkah intensif dalam menangani banjir ini,”kata Akhyar.

Selanjutnya Akhyar menyampaikan, saat ini Pemko Medan memiliki 2 opsi dalam perbaikan infrastruktur yakni perbaikan dilakukan secara bertahap di tiap wilayah atau dilakukan secara menyeluruh.

“Kedua opsi ini memiliki kelemahan dan kelebihan karena anggaran kita terbatas, kalau kita kerjakan secara bertahap hasilnya akan terlihat namun pengerjaannya tidak akan dapat menjangkau seluruh daerah Kota Medan. Sebaliknya jika dikerjakan secara menyeluruh, perbaikanya dapat menjangkau seluruh daerah namun hasilnya tidak maksimal,” jelasnya. (anto/cektkp)