Loading...

Bau! Isi Truk Sedot WC Menyembur, Rumah Warga Kena Cipratan Tinja

Loading...

Cektkp.id- Satu unit truk sedot tinja berkapasitas 6.000 liter menyemburkan isinya ke rumah warga di Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu sore (8/3). Lurah Munjul, Sumarjono menyebut semburan itu terjadi saat petugas usai berkeliling kampung menjalankan tugasnya.

“Dia habis muter-muter, sisa-sisa kotoran di dalam tanki kemudian dibuka lalu terjadi semburan,” ujar dia seperti dilansir dari Antara, Selasa, (10/3/2020).

Ia mengatakan semburan tangki mobil diduga akibat endapan gas metana dari dalam tangki yang terlalu lama didiamkan dalam ruang tertutup (tangki). Sebelumnya truk diparkir di dalam gudang tanpa membuang terlebih dahulu sisa kotoran yang telah disedot.

“Kan kalau air sisa-sisa masih mengandung gas. Sisa itu yang menyembur dari pipa,” kata dia.

Akibat kejadian ini, pemilik usaha membersihkan ceceran kotoran yang mengotori gudang serta tembok rumah warga.

Baca Juga  Malaysia Lockdown Tanggal 18 Maret

“Ada lima rumah yang kena cipratan sehingga mengotori lingkungan setempat dengan radius sekitar 10 meter,” ujar Sumarjono.

“Saya sempat tawarkan solusi pembersihan oleh damkar, tapi pemilik usaha tidak mau, dia lebih memilih membersihkan sendiri kotorannya,” kata Sumarjono.

Warga di RT 04 RW 08, Kelurahan Munjul, Ati (45), mengatakan semburan ini bukan kali pertama. Satu hal lain yang membuatnya tidak tahan adalah bau yang mencemari lingkungan.

“Ini kejadian kesekian kalinya. Beberapa tahun lalu pernah juga terjadi. Baunya ini yang saya tidak tahan,” kata dia, yang rumahnya berjarak 10 meter dari usaha sedot tinja.

Ia juga menyebut aktivitas usaha itu mencemari lingkungan dan menyebarkan bau tidak sedap.

Baca Juga  Orang Amerika Jadi Sadar Cebok Pakai Air Bersih Gara-gara Corona

“Sudah tiga tahun belakangan ini kita terganggu sama baunya. Mereka sering mencuci truk tangki dan airnya dibuang ke selokan warga,” ujar dia.

Nurhayati mengatakan warga sempat hendak ‘menggeruduk’ usaha sedot kotoran itu dan memintanya pindah lokasi. Sebab usahanya itu dinilai meresahkan warga.

Warga juga sempat marah dengan aktivitas tersebut hingga sempat berniat menggeruduk lokasi usaha.

“Kami pernah bersepakat mau menggeruduk tempat usaha itu, tapi dilarang sama kelurahan, infonya akan ada musyawarah dulu,” katanya.

Sumber: detik.com