Loading...

Pembangunan Apartemen De’ Glass Recidence Diduga Kuat Bikin Rumah Warga Retak-retak

Loading...

Cektkp.id, Medan- Pembangunan apartemen De’ Glass Residences kembali menuai protes dari warga Jalan Gelas, Kelurahan Sei Putih Tengah, Medan Petisah, Selasa (3/12/2019).

Aksi protes dilakukan puluhan warga saat itu yang sangat kecewa dengan sikap pengembang.

Dikatakan warga, selama tiga tahun pihak pengembang apartemen De’ Glass Residences tidak peduli dengan nasib warga sekitar. “Kami sudah sejak awal menolak pembangunan apartemen De’ Glass Residences, karena tidak melakukan sosialisasi dan tidak mendapatkan persetujuan dari kami sebagai warga sekitar,” kata sejumlah warga saat itu yang melakukan protes.

Dalam aksinya warga mendapatkan pendampingan dari kuasa hukum warga Dwi Ngai Santoso Sinaga SH yang juga Direktur LBH IPK Sumut.

Dwi dengan tegas mendesak agar Abdul Muis selaku pimpinan PT Nusantara Makmur Permai Indah, selaku pihak pengembang apartemen De’ Glass Residences dapat bertanggung jawab atas kerusakan bangunan milik warga.

“Kita mendesak agar pihak pengembang apartemen De’ Glass Residences dapat bertanggung jawab atas kerusakan bangunan milik warga,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan sikap pengembang yang tidak peduli atas apa yang dialami warga.

Sambung Dwi, bahwa pihaknya sudah berungkali menyurati pihak pengembang apartemen De’ Glass Residences tapi hingga saat ini belum mendapatkan hasil.

“Sudah sangat jelas dalam hal ini pihak pengembang terlalu sepele. Karena surat kami sebagai kuasa hukum pun sudah tidak dihargai,” tegas Dwi saat itu langsung mendesak seluruh pekerja keluar dari area bangunan dan menghentikan seluruh aktivitas.

Baca Juga  Polisi yang Ribut dengan Supir Ambulans Dinonaktifkan dari Satlantas, Ini Tugas Barunya

Imbasnya saat itu seluruh pekerjaan pun tak bisa dilanjutkan.

Dwi dengan tegas mendesak agar Abdul Muis selaku pimpinan PT Nusantara Makmur Permai Indah selaku pihak pengembang apartemen De’ Glass Residences dapat bertanggung jawab.

Wiliam, salah satu kontraktor apartemen saat itu menemui warga dan berjanji akan kembali.

Selama tiga jam lebih warga melakukan aksi, hingga akhirnya sejumlah aparat dari Brimob turun ke lokasi. Wiliam pun akhirnya hadir saat itu serta menyatakan bahwa Direktur sedang melaksanakan umroh.

Pernyataan Wiliam ini langsung mendapat protes warga bahwa yang disampaikan tersebut tidak benar.

“Yang saudara sampaikan itu umroh bukan Direktur, tapi saudara Devi selaku Humas. Anda jangan buang badan,” teriak warga saat itu.

Fernando Sihombing, salah satu warga mengatakan bahwa warga sudah lama melakukan protes atas bangunan apartemen De’ Glass Residences, tapi hingga kini tidak ada itikad baik.

“Hampir tiga tahun kami menderita lihat bagaimana bangunan rumah milik kami, seluruh dindingnya retak-retak, tapi tanggung jawab dari pihak pengembang tidak ada. Dan jangan anda katakan Dirut lagi umroh karena yang lagi umroh itu saudara Devi selaku Humas,” ucapnya.

Baca Juga  Terciduk Lempar Botol ke Lapangan, Gubernur Kalteng Minta Maaf

Sambung, Sihombing bahwa pihaknya sudah berungkali mengadu, tapi selalu berjumpa dengan Devi selaku Humas. ” Yang kami butuhkan itu saudara Abdul Muis atau Nyoman harus mau menemui warga, bukan selalu Devi yang tak pernah mendapatkan jawaban yang pasti, selalu membuat sakit hati warga ,” katanya.

Dalam hal ini, kata Sihombing bahwa warga sangat kecewa dengan sikap seluruh pihak baik kepling, lurah dan camat yang tak peduli akan nasib yang dialami warga. “Persoalan ini sudah kami protes hingga sampai ke Poldasu. Kami hanya mau tanggung jawab terkait bangunan kami yang rusak,” ucapnya.

Sejumlah aparat dari Brimob saat itu mencoba melakukan mediasi agar warga bisa menghentikan aksi protesnya. “Kami minta seluruh aktivitas pekerjaan dihentikan sampai ada solusi yang terbaik. Dan bila masih ada aktivitas di kawasan ini saya minta warga agar menyampaikan kepada saya. Dan tegas kita sampaikan hentikan aktivitas seluruh bangunan,” tegas Dwi yang saat itu menyatakan agar warga mendirikan posko untuk memantau aktivitas diarea kawasan tersebut.  (Cektkp/rom)