Loading...

Gempa 6,0 SR Guncang Bali, Dinding Rumah dan Sekolah Retak

Loading...

cektkp.id- Wilayah Samudera Hindia Selatan Barat Daya Bali, Selasa (16/7/2019) diguncang gempa bumi tektonik dengan parameter kekuatan 6.0 SR dengan lokasi 83 km Barat Daya Nusa Dua, Bali Lintang : 9.11 LS, Bujur : 114.54 BT, dengan kedalaman 68 Km dan Gempa Bumi tersebut tidak berpotensi Tsunami.

Berikut dampak sementara pasca Gempa Bumi tersebut. Kabupaten Tabanan, Gempa Bumi dirasakan namun belum ditemukan dampak yang terjadi dan kondisi saat ini masyarakat di Kabupaten Tabanan sudah beraktifitas seperti biasa.

Kabupaten Badung, terjadi beberapa kerusakan ringan diantaranya SDN Negeri 1 Ungasan Nusa Dua mengalami retak & genteng melorot/rontok, Kantor Camat Kuta mengalami retak ringan, SDN 11 Jimbaran mengalami retak ringan, Gapura ITDC di bagian unjungnya rekat & rontok ringan, Hotel Mercure Nusa Dua mengalami retak ringan, Alfamart di Jalan Bali Cliff Ungasan Kuta Selatan mengalami retak ringan, Gedung Serbaguna dan Kantor Kanwil Bea cukai Areal SPBU Jalan Bandara Ngurah Rai terjadi kerusakan Genteng melorot.

Kabupaten Bangli, gempa Bumi dirasakan namun belum ditemukan dampak yang terjadi dan kondisi saat ini masyarakat di Kabupaten Bangli sudah beraktifitas seperti biasa. Kabupaten Klungkung, gempa Bumi dirasakan namun belum ditemukan dampak yang terjadi dan kondisi saat ini masyarakat di Kabupaten Klungkung sudah beraktifitas seperti biasa.

Kabupaten Gianyar, gempa Bumi dirasakan namun belum ditemukan dampak yang terjadi dan kondisi saat ini masyarakat di Kabupaten Gianyar sudah beraktifitas seperti biasa. Kabupaten Singaraja, gempa Bumi dirasakan namun belum ditemukan dampak yang terjadi dan kondisi saat ini masyarakat di Kabupaten Singaraja sudah beraktifitas seperti biasa.

Baca Juga  Rajut Silaturrahmi Pasca Pilpres, Relawan Capres 01 dan 02 Gelar Pertemuan

Kota Denpasar, tembok pagar Pura Lokanatha Taman Lumintang roboh. Kabupaten Jembrana, Gempa Bumi dirasakan dan ditemukan dampak yang terjadi pad plafon Ruang sekolah SDN I, di Br. Yeh Satang, Desa Yeh Sumbul mengalami kerusakan terkena genteng dan rangkaian baja, rangkaian baja kondisinya saat ini sudah karatan, dari pihak guru menyampaikan sebelumnya sudah ditinjau dari Dinas PU, yang rencananya akan direhab tahun ini, Tembok Ruang Lab SMPN 5 Mendoyo, di Br. Yeh Satang, Desa mengalami retak dan atap Sekolah SMK N 3 Negara Kel. Tegalcangkring, Genteng Melorot/berjatuhan.

Kalaksa BPDB Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana, Sae, M.Si, menjelaskan yang perlu penangan segera adalah rungan Lab IPA karena membahayakan siswa siswi SMP Negeri 5 Mendoyo, Kabupaten Jembrana. “Ada dua korban luka diantaranya siswa I Ketut Semadi Yoga Yasa mengalami lecet, luka serta Ni Komang Ariani mengalami pingsan dan sudah kita perintahkan Tim Atensi Lapangan dipimpin Kasi Kedaruratan dan Logistik, Danton TRC, TRC Regu II, staf R&R untuk melakukan penanganan, hingga saat ini masyarakat di Kabupaten Jembrana sudah beraktifitas seperti biasa,” jelasnya.

Untuk diketahui, hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M 6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 5,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah Selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 km.

Baca Juga  Polisi: Tidak Ada Tindakan Rasis Saat Penangkapan Mahasiswa Papua di Surabaya

Guncangan gempa bumi ini bahkan dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, jember, lumajang II- III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Gempa ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).

Selanjutnya, hingga pukul 08.50 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktifitas gempa bumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” himbau petugas BMKG. (aul/cektkp/rel)