Loading...

Status Gunung Sinabung Turun ke Level Siaga

Loading...

Cektkp.id- Setelah sekitar 6 tahun Gunung Sinabung menyandang status Awas (Level IV), kini Gunung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini, telah diturunkan statusnya menjadi level Siaga, Senin (20/5).

“Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta potensi ancaman bahayanya, dinilai tingkat aktivitas Sinabung dapat diturunkan terhitung sejak tanggal 20 Mei 2019 pukul 10.00 wib,” ujar Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen.

Armen menambahkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung ini dapat dievaluasi kembali untuk dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan tingkat ancaman bahayanya.

Masyarakat tetap diingatkan agar tidak melakukan aktifitas di lokasi dalam radius 3 km untuk sektor Barat-Selatan, radius 5 km untuk sektor Selatan-Timur, radius 4 km untuk sektor Timur-Utara dan radius 3 km untuk sektor Utara-Barat dari Puncak Gunung Sinabung.

Armen menjelaskan mengingat sifat dan karakter erupsi Gunung Sinabung, saat ini potensi erupsi eksplosif masih ada, bersamaan dengan kejadian awan panas letusan. Jika terjadi erupsi ancaman hujan abu lebat dapat mencapai lebih dari 3 kilometer tergantung arah dan kecepatan angin.

Baca Juga  Kebakaran Gudang Korek Gas Tewaskan 30 Orang, Pekerja Hanya Terima Upah Rp 36 Ribu/Hari

“Pertumbuhan kubah lava masih berlangsung dengan kecepatan rendah. Awan panas guguran dan guguran lava yang berasal dari kubah lava serta aliran lava masih berpotensi mengancam dalam jarak tersebut,” katanya.

Masyarakat yang bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di gunung Sinabung juga diimbau tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar hilir daerah aliran Sungai Laoborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan alam yang terletak di hulu Sungai Laoborus dapat sewaktu waktu runtuh dan mengakibatkan banjir atau lahar.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar dari rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik,” katanya.

Armen juga mengingatkan agar masyarakat di sekitar Gunung Sinabung tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu tentang erupsi Gunung Sinabung.

Pemda diminta agar menyiapkan sarana komunikasi antar perangkat kerja melakukan sosialisasi kepada masyarakat berkaitan daerah daerah bahaya yang masih terancam.

Baca Juga  Gudang Mancis di Langkat Terbakar, 21 Pekerja Tewas

“Serta memperbaiki jalur evakuasi untuk mengantisipasi ancaman bahaya erupsi.

Pemda Kabupaten Karo juga agar senantiasa berkoordinasi dengan PVMBG dan pos pengamatan Gunung Sinabung,” bebernya.

Pada 3 November 2013, tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level 3 (Siaga). Peningkatan aktivitas terus berlanjut sehingga pada 24 November 2013 statusnya dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).

Abu vulkanik hingga lava pijar yang dihasilkan dari letusan Sinabung terus terjadi hingga 2014. Bahkan sejak 4 Januari 2014 rentetan gempa, letusan dan luncuran awan panas dari erupsi terus berlangsung. Sekitar 20 ribu warga di sekitar gunung terpaksa mengungsi agar terhindar dari bahaya erupsi.

Sumber: cnnindonesia.com