Loading...

Air Sungai Tersedot ke Tanah Hebohkan Warga Sleman

Loading...

Cektkp.id- Air sungai tersedot kedalam tanah, gegerkan warga di Kali Kuning, Desa Sambirejo, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Videonya juga tersebar luas di WhatsApp.

Yanto, seorang warga Desa Sambirejo yang ditemui mengatakan fenomena itu pertama kali diketahui pada Jumat (8/2) lalu. Namun fenomena itu bukan kali ini saja terjadi.

“Kalau lubang ini prosesnya sudah pernah dua kali terjadi. Ini (kejadian) jam 11.00 WIB siang dari hari Jumat (8/2). Hebohnya Sabtu (9/2) karena Jumat sore warga ngumpul-ngumpul cuma pada bingung dan saling menyalahkan. Padahal enggak perlu saling menyalahkan,” kata Yanto di lokasi.

Yanto menambahkan, untuk mengatasi situasi tersebut, warga lantas menyumbat lubang dengan bambu dan karung. Namun tetap saja tidak bisa menahan derasnya aliran air.

Baca Juga  Anies: Enam Orang Tewas dan 200 Luka-luka

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Achmad Subhan, mengatakan, kejadian air sungai tersedot itu karena faktor alam akibat cuaca ekstrem.

Derasnya aliran air akibat hujan yang membawa material pasir itu menggerus dasar sungai menjadi sebuah lubang.

Lubang tersebut diketahui berukuran diameter 3 hingga 4 meter dengan kedalaman 2 meter.

“Ini memang akibat faktor alam ya. Jadi curah hujan tinggi pasir-pasir ikut larut jadi apapun yang ada di atas air kan tergerus. Lama-lama tergerus akhirnya ya kaya puting beliung semua masuk ke dalam (tanah),” katanya.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya telah menurunkan satu alat berat. Nantinya lubang tersebut akan dicor.

“Nanti kita cor, karena Minggu (10/2) pada libur kita mengamankan alur air dahulu. Supaya saat pengerjaan kering,” ujarnya.

Baca Juga  Saminem Tewas Dibakar Anak Tiri

Subhan juga memastikan bahwa kontruksi bendungan dan jembatan yang ada di sekitar lokasi aman. Meski demikian pihaknya akan mengusahan proses pengecoran dipercepat agar fondasi jembatan tidak tergerus air yang bisa menyebabkan jembatan putus.

“Di bawah (lubang) kasih semacam memperlambat arus. Saya pikir ini meski sepele tapi kalau dibiarkan bahaya bawahnya. Makanya kita turunkan alat,” tutupnya.

Sumber: kumparan.com