Loading...

Bukan Tiga Ton, Segini Berat Durian yang Dibawa Sriwijaya Air

Loading...

Cektkp.id- Terkait maskapai Sriwijaya Air mengangkut buah durian seberat 2 ton 25 kilogram asal Bengkulu ke Jakarta melalui Bandara Fatmawati Sukarno, yang sempat terjadi kericuhan antar penumpang, Distrik Manager Sriwijaya Air Bengkulu Abdul Rahim mengatakan, pihaknya langsung menurunkan seluruh durian yang sudah naik ke bagasi. Total buah durian yang sudah dikemas tersebut berjumlah 2 ton 25 kilogram.

“Kita langsung off load dan kembalikan ke gudang kargo. Beratnya 2.025 kilogram bukan 3 ton seperti yang dilansir beberapa media,” tegas Rahim.

Pihaknya juga memastikan, membawa durian dalam bagasi pesawat tidak membahayakan keselamatan penerbangan. Hanya saja penanganan saat pengemasan yang dilakukan oleh pengirim mengakibatkan penumpang tidak nyaman saat bau menyengat masuk ke dalam kabin pesawat.

Durian yang akan dikirim ke Jakarta tersebut menurut Rahim sudah dilakukan pengemasan berlapis dengan ditaburi daun pandan dan kopi. Bahkan sebanyak 4 lapis pembungkus buah segar itu dilakukan sebelum dimasukkan ke dalam karung. Pihaknya juga memastikan ketika akan diangkut, tidak terjadi kelebihan daya angkut atau over load.

Baca Juga  Kodam I/BB Kirim Tim Medis ke Palu

“Saat dilakukan pengemasan oleh shiffer, mereka mungkin makan durian dan terpercik ke kemasan,” lanjutnya.

Pihaknya juga menghentikan pengiriman durian terhitung tanggal 6 November 2018 hingga selesai pembenahan standar operation procedure (SOP). Dan hasil pemeriksaan yang dilakukan Otoritas Bandara Fatmawati dan Kementrian Perhubungan RI.

Kepala Bandara Fatmawati Sukarno Bengkulu Anis Wardhana memastikan, buah durian asal Bengkulu masih tetap diperbolehkan diangkut melalui jasa penerbangan. Sebab buah ini merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Bengkulu dan tidak masuk kategori barang berbahaya yang tidak boleh diangkut pesawat.

“Tetap boleh diangkut dengan memperhatikan standar kenyamanan penumpang,” ujar Anis.

Otoritas Bandara Fatmawati Sukarno bersama tim dari Kementrian Perhubungan RI akan melakukan pemeriksaan terkait standar operating procedure pengemasan dan proses loading yang dilakukan pihak bandara dan maskapai. Tetu saja akan ada rekomendasi dan kesimpulan untuk perbaikan yang akan dikeluarkan oleh tim yang datang hari Rabu ini.

Baca Juga  Pesawat Lion Air yang Jatuh Banyak Membawa Penjabat Mulai dari DPRK hingga BPK

Buah durian asal Bengkulu, menurut Anis, sudah diangkut dengan pesawat sejak tahun 2015 lalu. Tetapi untuk para penumpang, tetap tidak diperbolehkan masuk ke dalam kabin. Hanya diperbolehkan melalui bagasi yang diperiksa secara ketat.

“Ini bukan masalah keselamatan tetapi masalah kenyamanan penumpang dalam penerbangan. Itu yang menjadi perhatian utama kami,: kata Anis Wardhana.

Sumber: liputan6.com