Loading...

Banyak Beredar Hoaks Pasca Gempa dan Tsunami Sulteng, Berikut Catatannya

Loading...

Cektkp.id- Pasca terjadinya gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menemukan sejumlah informasi palsu atau hoaks.

PLT Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu melalui pers rilis yang diterima Republika.co.id pada (2/10) menjelaskan, pascagempa bumi dan tsunami di wilayah Donggala, Palu dan Mamuju Sulawesi Tengah, Kemkominfo melakukan pemantauan atas konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs, media sosial maupun chatting.

Dari pemantauan yang dilakukan sejak Sabtu (29/9) itu, Kemkominfo menemukan beberapa informasi maupun konten hoaks yang beredar luas di masyarakat. Di antaranya terkait gambar Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa yang mengalami retak yang ternyata informasi gambar tersebut merupakan palsu.

“Faktanya bendungan Bili-Bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa,” terang Ferdinandus.

Baca Juga  Pramugari Korban Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh, Posting Foto Ini Terakhir di Akun Facebooknya...

Tak hanya itu Kemkominfo juga menemukan unggahan foto-foto korban kejadian gempa Tsunami Aceh yang terjadi pada 2004 beredar luas dengan keterangan informasi korban gempa tsunami di Palu.

Selain itu, informasi tentang meninggalnya Wali Kota Palu, Hidayat merupakan informasi palsu. Kemkominfo menegaskan Hidayat tak meninggal dan saat ini turut serta dalam tanggap darurat gempa bumi di Palu.

Selain itu ada juga info palsu terkait gempa bumi susulan hingga info gerak cepat relawan FPI yang melakukan evakuasi korban gempa Palu 7,7 SR. “Faktanya dalam gambar adalah relawan FPI membantu korban longsor di Desa Tegal Panjang, Sukabumi,” jelas Ferdinandus.

Informasi hoaks juga ditemukan terkait gambar yang menerangkan terjadi gempa bumi kembali pada 2 Oktober. Terdapat juga info hoaks penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu bagi keluarga korban. Padahal faktanya, jelas Ferdinandus, pesawat Hercules milik TNI AU menuju Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji dan alat berat.

Baca Juga  Gempa Bumi di Donggala, Jembatan Vatulemo Juga Roboh

Sementara pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak serta pasien menuju Makasar.

“Hoaks mayat yang minta gempa (gambar hoaks) faktanya gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau,” katanya.

Kemkominfo pun mengimbau agar masyarakat tak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tak jelas sumbernya.

sumber: republika.co.id