Ops Keselamatan Berlalulintas Toba 2018, Sehari Segini Nyawa Melayang di Jalanan…

Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw memeriksa kesiapan personel. HUMASPOLDASU

CEKTKP.ID, MEDAN – Budaya tertib berlalulintas masih menjadi problema besar di Indonesia, khususnya Sumatera Utara (Sumut).

Data Korps Lantas Polri menyebut, Jumat (2/3/2018), dalam sehari, kecelakaan merenggut sedikitnya 66 nyawa (di 2017) dan 70 nyawa (2016) di tanah air.

Jumlah surat tindakan langsung (tilang) begitu banyak. Di 2016 sebanyak 6.272.375 lembar dilayangkan. Angka ini membengkak pada 2017 mencapai 7.42.481 lembar. Trend kenaikannya bahkan mencapai 15 persen.

Selain tilang, jumlah teguran juga tinggi. Pada 2017 tercatat 3.225.098 pelanggaran yang kena teguran. Angka ini jauh lebih besar dari tahun 2016 yakni 2.225.404 pelanggaran. Trendnya mencapai 31 persen.

Selain tilang dan teguran, angka kecelakaan juga fantastis. Di 2016 terdata 105.374 kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan itu telah merenggut 25.859 nyawa, melukai (parah) 22.939 orang dan 129.913 orang mengalami luka ringan.

Baca Juga  Musibah KM Sinar Bangun, Inalum Berharap Keselamatan Karyawannya

Meski menurun, angka kecelakaan lalu lintas juga masih besar di 2017. Tercatat terjadi 98.419 tabrakan yang telah menewaskan 24.213 jiwa, melukai 16.159 orang secara parah dan luka ringan 115.566 orang. Dari kejadian itu, kerugian material mencapai Rp 226.416.414.497 pada 2015, dan Rp 212.930.883.536 pada 2016.

“Kami menyadari, mengatasi permasalahan bidang lalu lintas wajib ada tindakan dan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” kata Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw usai apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Toba-2018 di Lapangan KS Tubun, Markas Polda Sumut, Tanjung Morawa.

Kepala Korps Lalulintas Polri dalam amanatnya yang dibacakan Kapoldasu mengatakan, keamanan dan kelancaran arus lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian bangsa.

Baca Juga  Musibah KM Sinar Bangun, Inalum Berharap Keselamatan Karyawannya

Sebab itu pemeliharaan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini sekaligus cermin keberhasilan dari pembangunan peradaban modern.

“Sebab itu Polri khususnya Polantas bersama stakeholder dan pemerintah bertanggung jawab untuk membangun kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap UU Nomor 2 tahun 2009 tentang lalu lintas,” kata Waterpauw. (anto)