Nistakan Nabi Muhammad, Oknum Kepling Helvetia Tengah Bernasib Seperti Ini…

Akun facebook milik oknum kepling di Kelurahan Helvetia Tengah berisi penistaan terhadap Nabi Muhammad. FACEBOOK/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDAN – Jagad dunia maya kembali heboh dengan aksi penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Usut punya usut, ternyata pelaku penistaan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam itu dilakukan seorang oknum kepala lingkungan (kepling) di Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Informasi dihimpun CekTKP, Sabtu (17/2/2018), kepling penista agama itu bernama Shanti Elgideon Silaen. Dia menistakan Nabi Muhammad dan umat Islam melalui akun facebooknya bernama Shanti Laen.

Akun facebook milik oknum kepling di Kelurahan Helvetia Tengah berisi penistaan terhadap Nabi Muhammad. FACEBOOK/CEKTKP

Informasi dihimpun wartawan, dalam salah satu postingannya di akun facebook Shanti Laen miliknya, dia menulis, “Daripada nabi kalian tukang kawen, anak-anak pun diembat.”

Postingan penistaan itupun langsung viral. Dikomentari 68 netizen dan dan dibagikan 939 kali.

Salah satu yang membagikan postingan Shanti Laen itu adalah pemilik akun Dominic Castro Begitu. Dalam membagikan postingan itu, akun Dominic Castro Begitu juga menyertakan caption, “Dimana rupanya medan kau bodat, pengen liat pula awak macam mana bentuk kau ini @shanti_laen ?? Anak medan klean kunjungi dululah sibodat tua ini pen terkenal rupanya…”

Akun facebook milik oknum kepling di Kelurahan Helvetia Tengah. FACEBOOK/CEKTKP

Inipun mendapat tanggapan dari netizen. Salah satunya dari pemilik akun, Ratih Nur Utami Lubis. Dalam komentarnya, Ratih mengaku sudah mencari sosok Shanti Laen alias Shanti Silaen alias Shanti Elgideon Silaen ke Kantor Lurah Helvetia Tengah.

Akun facebook lainnya yang membagikan postingan Shanti Laen itu, yakni Asli Anak Medan. Akun Asli Anak Medan juga memberi caption, meminta polisi dalam hal ini Polrestabes Medan dan Polda Sumut untuk mencari, mengusut dan menangkap pemilik akun Shanti Laen.

“Awalnya Mimin sih masih woles n pantau aja postingan dari @mahadewi161 ini, karna yakin nanti juga ada yang lapor n proses cewek ini terus berujung “Kertas + Materai 6000”.

Akun facebook milik oknum kepling di Kelurahan Helvetia Tengah. FACEBOOK/CEKTKP

Tapi karna seharian ini banyak masuk mention & DM dari Anak Medan yang nyuruh Admin posting ini, yaudah Admin posting jugalah ya kan, daripada nanti awak di Tepok rame-rame ama orangtu yaa kan… 😁. Jadi gausahlah Admin jelaskan apa masalahnya yaa weeyyy…Kelen lihat n baca ajalah langsung di gambar ini apa yang buat Netizen geram n marah. Katanya sih cewek ini orang Medan. Namanya @shanti_laen. Dia dianggap udah melecehkan & menghina Nabi Besar Umat Islam. Tolong dulu Pak @polrestabes.medan @poldasumaterautara di apakan dulu Ibu ini. Biar gak apa kali juga nanti apanya itu kalo dibiarin. Agak di jewer sikit mulutnya ini. Biar agak jera dulu dia…” tulis akun Asli Anak Medan.

Baca Juga  Lebih Penting Kewaspadaan daripada Bersikap Ramah, Polisi Bandara India Gak Boleh Senyum

Akun lain turut membagikan postingan oknum kepling yang dalam keterangannya merupakan alumni SMA Santo Thomas 3 Medan dan Universitas Khatolik Santo Thomas serta memiliki tiga akun facebook, Shanti Laen, Shanti Silaen II dan Shanti Elgideon Silaen itu adalah akun J Vardan.

Akun facebook milik oknum kepling di Kelurahan Helvetia Tengah. FACEBOOK/CEKTKP

Dalam salah satu komentar netizen disebutkan, ketiga akun milik Shanti Silaen telah dihapus. Dan wartawqn juga sempat mencarinya, dan benar saja ketiga akun tersebut sudah tidak ada.

Pun begitu, postingan Shanti Silaen sudah terlebih dulu dicapture oleh para netizen dan dishare (dibagikan) ulang.

Sementara itu, akun atas nama Penolong Umat yang diketahui merupakan milik Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, M Nasir, juga turut membagikan postingan Shanti Silaen.

Akun facebook milik oknum kepling di Kelurahan Helvetia Tengah. FACEBOOK/CEKTKP

Ketika dihubungi wartawan, M Nasir mengaku mendapat informasi itu sejak, Kamis (15/2/2018). “Saya dapat informasi sejak dua hari sama hari ini. Saya juga sudah kontak dengan Camat Helvetia (Muhammad Yunus), cuma belum ada tanggapan. Belum dijawab,” kata Nasir saat dihubungi wartawan.

Mantan anggota DPRD Sumut inipun bereaksi keras, secara tegas meminta Pemko Medan Cq Kepala Bagian (Kabag) Tapem dan Camat Medan Helvetia, untuk segera menonaktifkan oknum kepling tersebut.

“Sudah ada juga yang mengecek langsung ke oknum kepling itu. Ormas-ormas Islam berencana melaporkan kasus itu ke penegak hukum. Dalam hal ini, saya secara tegas meminta Camat, Pemko Medan Cq Kabag Tapem untuk menonaktifkan oknum kepling tersebut. Bila tidak, maka pelayanan terhadap masyarakat bakal terhambat,” tandas M Nasir yang dikenal sebagai tokoh masyarakat Medan Utara ini.

Baca Juga  Gempa dan Tsunami di Palu, 2 Anggota KPU Sulteng Tewas

Sudah Dimediasi

Sementara itu, Camat Medan Helvetia, Muhammad Yunus yang dihubungi, mengakui jika ada kepling di Kelurahan Helvetia Tengah bernama Shanti Silaen. Dan dia juga mengakui soal kehebohan masyarakat gara-gara postingan bernada penistaan agama yang dilakukan bawahannya itu.

Proses mediasi yang dilakukan di Kantor Camat Medan Helvetia. IST/CEKTKP

“Barusan saja siap, sudah dimediasi. Saya baru pulang. Tadi mediasinya di kantor camat dan dia (Shanti Silaen) sudah mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Dia juga sudah kita pecat, langsung kita pecat,” tegasnya.

Pada mediasi itu, sambungnya, turut dihadiri sejumlah pihak, baik dari kepolisian, ormas Islam, Koramil setempat, tanpa terkecuali Shanti Silaen.

Oknum kepling yang diduga telah melakukan penistaan diminta untuk membuat surat pernyataan. IST/CEKTKP

“Hari ini, Jumat 16 Februari 2018 telah dilakukan mediasi permintaan maaf dari saudari Santi Silaen yang dihadiri Polresta Medan, Polsek Medan Helvetia, Danramil, saya sendiri, Lurah Helvetia Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Front Pembela Islam (FPI), Kantor Urusan Agam (KUA), Alwasliyah dan pendeta dan disampaikan saidari Santi Silaen sudah mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi serta ditegaskan dengan pernyataan tertulis yang diketahui saksi pendeta Agus Lumban Raja dan ustadz Zulkifli Rangkuti,” kata Yunus via pesan WhatsApp (WA) kepada wartawan.

Oknum kepling yang diduga telah melakukan penistaan membuat surat pernyataan. IST/CEKTKP

Ketika disinggung soal ormas Islam tetap akan melaporkan pemilik akun Shanti Silaen ke polisi, Yunus tidak ingin berasumsi berlebihan. “Saya kira tidak, karena kan sudah dimediasi. Mudah-mudahan sudah selesai,” ucapnya.

M Nasir, anggota DPRD Medan yang kembali dihubungi, sekira pukul 16.52 WIB, menegaskan proses hukum terhadap oknum kepling tersebut tetap akan dilakukan. “Sepertinya ormas-ormas Islam tetap akan melaporkan ke penegak hukum,” tukasnya. (anto)