Ngeri Kali…!!! Kepala Putus dari Badan, yang Nggak Kuat Jangan Lihat…

Polisi dan warga mengevakuasi potongan kepala korban di lokasi kejadian. ANTO/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDAN Kepala Agung Rotama Sibarani, pemuda 25 tahun, warga Jalan Kopi Raya V, No.19, Perumnas Simalingkar, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) putus dimutilasi ular besi alias kereta api. Ngeri…!!!

Informasi dihimpun CekTKP, Rabu (14/2/2018), pria nekat itu mengakhiri hidupnya dengan cara melindaskan tubuhnya di jalur kereta api Kualanamu-Medan, Jalan Wahidin, Medan, Senin (12/2/2018) malam, pukul 21.30 WIB.

Jasad korban yang tak lagi utuh itu langsung dibawa oleh petugas gabungan Polsek Medan Kota, Unit Laka Lantas Polrestabes Medan ke RS Bahyangkara Medan untuk dilakukan visum.

Tubuh korban di lokasi. ANTO/CEKTKP

Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Hermindo Tobing, mengatakan berdasarkan keterangan saksi, korban berjalan menyusuri Tempat Kejadiaan Perkara (TKP) dan tidur di atas rel. Saat itu, saksi dan sejumlah warga melihat dari kejauhan ada kereta api datang dari arah Kualanamu menuju Medan. Sontak, mereka langsung meneriaki korban untuk menghindar.

Baca Juga  Ratusan Calon Jamaah Umrah dan Pemilik Travel Geruduk Kanwil Kemenag Sumut

Potongan kepala korban di lokasi kejadian. ANTO/CEKTKP

“Korban diam saja, kereta juga sudah membunyikan klakson berulang kali. Korban langsung tertabrak dan terlindas kereta,” jelas Martuasah.

Sementara dari info lain, bilang Martuasah, korban nekat melakukan aksi bunuh diri diduga karena depresi. Pun begitu, pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut.

Tubuh korban saat akan dievakuasi. ANTO/CEKTKP

“Sejauh ini, kita telah melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP), membawa korban ke RS Bhayangkara Medan untuk visum et refertum dan mencatat saksi-sakai,” tandasnya.

Informasi beredar disebutkan, korban memang sedang galau karena masalah percintaan. Kabarnya, korban yang memiliki kemampuan melukis itu baru putus dari pacarnya.

Baca Juga  Gelar Operasi Katarak Gratis, Pangdam I/BB: Untuk Mensejahterakan Kesehatan Masyarakat

Kartu identitas korban. ANTO/CEKTKP

“Dari bulan November 2017 lalu, status anak ini facebook udah buat mau bunuh diri gitu. Kalau kubaca lebih jauh, kayaknya dia galau putus cinta. Dia sering buat status tentang mantan. Jago ngelukis ini anak. Banyak lukisan hasil tangannya. Bagus-bagus. Tapi sayang, pemikirannya pendek,” ungkap Putra, pria yang mengaku mengenal korban. (a

nto)