Gara-Gara Ditinggal Pacar, Depresi, Minum Deterjen, Lalu…

Nurhayati saat dirawat di rumah sakit. ANTO/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDANDiduga depresi ditinggal sang pacar, Nurhayati boru Situmeang (32), kejang-kejang usai menenggak deterjen cair merek Daia di depan Hotel Istana, Jalan Juanda, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (31/1/2018) siang, pukul 13.00 WIB.

Beruntung, nyawa wanita asal Perumahan PT Tasik Raja, Cikampak, Labuhanbatu itu selamat setelah personil Polsek Medan Kota datang dan membawanya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan.

Nurhayati ditemukan di atas betor. IST/CEKTKP

Informasi dihimpun CekTKP, Jumat (2/2/2018), aksi percobaan bunuh diri itu pertama kali diketahui Pukulan Simanjuntak (65), pedagang, warga Jalan Juanda, Medan.

Pukulan yang sedang jualan dikejutkan dengan adanya seorang wanita muda kejang-kejang dengan mulut mengeluarkan busa di atas becak bermotor (betor) yang terparkir di depan warungnya.

Baca Juga  Ahok Gugat Cerai Istri, Najwa Shihab Minta Wartawan Begini...

Muntahan deterjen yang sempat diminum Nurhayati. ANTO/CEKTKP

Melihat itu, Pukulan lantas menghampiri korban sambil berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu, langsung berhamburan ke lokasi dan menginfokan kejadiaan itu ke Polsek Medan Kota.

Tak lama berselang, personel Polsek Medan Kota tiba di lokasi dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis.

Nurhayati dirawat di rumah sakit. IST/CEKTKP

“Korban mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan meminum Diterjen cair Daia, karena kita temukan 1 botol deterjen Daia cair di lokasi,” sebut Martuasah.

Menurutnya, hasil pemeriksaan sementara, korban nekat melakukan bunuh diri karena ditinggal pacarnya.

“Sedangkan korban memperoleh deterjen tersebut dari salah satu warung di lokasi,” kata Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Hermindo Tobing.

Baca Juga  Suami Pasien yang "Anunya" Diremas Perawat, Ngamuk di Rumah Sakit, Ini yang Terjadi Selanjutnya...

Botol bekas deterjen yang diminum Nurhayati. ANTO/CEKTKP

Sampai saat ini, sambung Martuasah, korban masih hidup dan tengah menjalani perawatan itensif di RS Bhayangkara Medan. “Kita juga kini masih berusaha mencari tahu keluarga korban,” pungkasnya. (anto)