Seram Kali!!! Jatuh dari Sepeda Motor, Dilindas Truk, Kepala Gepeng, Otak Berceceran, Biji Mata Keluar… 

Kondisi korban di lokasi kejadian. ANTO/CEKTKP

CEKTKP.ID, SEI ROTAN – Jalan Rahayu di Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan (Deliserdang), Sumatera Utara (Sumut), mendadak geger.

Informasi dihimpun CekTKP, Kamis (7/12/2017), kegegeran warga terjadi, Rabu (6/12/2017) pagi kemarin, sekira pukul 08.02 WIB. Mulanya, terdengar suara benturan yang cukup keras, braakkk….!!! Tak berselang kembali terdengar suara aneh, kraakkk….!!!

Setelah itu, suara jeritan emak-emak minta tolong menggema memancing warga sekitar. Rupanya, emak-emak warga sekitar terkejut alang kepalang ketika melihat sesosok tubuh seorang anak muda diperkirakan berusia 17 sampai 20 tahun, memakai kaos hitam, topi hitam dan celana ponggol, sudah tergeletak dan kejang-kejang dengan kondisi mengenaskan.

Korban jadi tontonan warga. ANTO/CEKTKP

Kepalanya gepeng, otaknya berceceran dan biji matanya nyaris copot. Tak lama kejang-kejang, pemuda nahas tersebut tak bergerak lagi alias tewas.

Di saat bersamaan, seorang pemuda lainnya diduga rekan korban terlihat mengangkat sepeda motor Yamaha Mio warna biru langsung tancap gas. Kepada warga dan pengguna jalan yang melintas, pemuda tersebut mengaku mau pulang dulu. Tak jauh dari tempat tewasnya pemuda nahas tersebut, sekitar 50 meter, sebuah truk pengangkut batu bata plat kendaraan bernopol BB-8112 LE dihentikan seorang pengendara mobil pribadi.

Warga sekitar juga langsung mengerumuni truk batu bata itu dan mengamankan sang sopir beserta kernetnya.

“Tadi pas jam anak sekolah, tadi kan pada lewat mau sekolah anak-anak. Aku masih di dalam rumah sama anakku. Tiba-tiba ada macam suara tabrakan gitu, aku keluar gendong anakku. Nggak lama ada suara lagi, kraakkk gitu. Ku tengok, udah ada yang terkapar di aspal ini, kejet-kejet (kejang-kejang), nggak lama nggak gerak lagi,” ungkap Rani, ibu rumah tangga (IRT) warga sekitar ketika ditanya wartawan di lokasi kejadian.

Truk yang melindas korban. ANTO/CEKTKP

“Tadi ada kayaknya kawannya, naik sepeda motor Mio biru pas mau dipegang sama orang-orang, dia bilang mau pulang dulu ngasih tau keluarganya,” sambungnya.

Rani menambahkan, antara sepeda motor yang dikendarai korban dan temannya dengan truk pengangkut batu bata berjalan satu arah dari arah Pasar 6 Batang Jambu menuju arah Pasar 13 Tembung.

“Kalau awal kejadiannya kurang tahu, tapi kayaknya sama-sama dari Batang Jambu. Terus si korban ini dibonceng kawannya, dia yang jatuh langsung dilindas mobil truk itu. Ngerilah bayangkannya,” tuturnya lagi.

Baca Juga  Ditolak Dewi Perssik, Ini Reaksi Sandiaga Uno, Sabar ya Pak...

Hal senada juga disampaikan Fitri, warga sekitar lainnya. Bahkan katanya, saat melihat korban sudah terkapar, dia langsung menjerit minta tolong.

“Suaranya kuat kali tadi, aku langsung keluar. Kupikir udah koit (tewas), aku langsung jerit minta tolong. Ramai jadinya berkeluaran nengok korban ini. Kasihan kali,” ungkap perempuan yang masih mengenakan baju tidur yukensi warna putih dan celana hitam corak.

Terlihat seorang personel Unit Lantas Polsek Percut Seituan, Aiptu Mulyono berupaya mengamankan jasad korban dari kerumunan warga dan pengguna jalan yang hendak mengambil foto korban.

Dia juga terlihat memeriksa kantong celana korban guna mengetahui identitas korban. Namun sayang, tak ada satupun identitas yang ditemukan.

“Belum tahu identitasnya, tadi dikasih tahu ada kejadian langsung ke mari. Penyebabnya juga belum diketahui, masih mengumpulkan keterangan. Kalau sopir sama kernetnya sudah kita amankan di Mako (Polsek Percut Seituan),” katanya.

Pantauan di lokasi kejadian, terlihat Warga sekitar pun saling bertanya satu sama lain soal identitas korban. Warga menduga, korban bukan orang jauh alias masih berdomisili di sekitaran Batang Jambu ataupun Pasar 13 Tembung.

“Coba tengok itu, mana tahu kenal, kan bisa ngasih tahu orangtuanya. Kasihan di situ aja dia (korban), biar cepat diurusi jenazahnya,” kata warga kepada salah seorang pengguna jalan.

Tubuh korban yang masih tergeletak di tengah jalan menjadi bahan tontonan warga dan pengguna jalan. Mereka yang penasaran, lalu membuka daun pisang yang menutupi korban dan memotonya.

Arus lalulintas di sekitar lokasi kejadian juga tersendat, karena banyaknya warga yang berkerumun. Sampai pukul 10.00 WIB, jasad korban masih dibiarkan begitu saja.

Hal ini sempat memantik cemoohan warga terhadap lambatnya kinerja polisi dalam hal ini Unit Lantas Polsek Percut Seituan. “Lama kali polisinya ini, kok dibiarkan begitu saja. Kan kasihan jasadnya itu,” celetuk salah seorang warga.

Kuntilanak Makan Korban

Pohon jati yang diduga menjadi tempat tinggal makhluk astral. ANTO/CEKTKP

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi kejadian, ternyata ada dugaan peristiwa kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang memakan korban itu merupakan peran dari makhluk gaib kuntilanak yang tinggal di Pohon Jati tak jauh dari lokasi korban tewas.

Baca Juga  Hujan-Hujan Mancing, Ya Jadi Beginilah Jadinya...

Menurut perbincangan kru koran ini dengan dua warga sekitar, Fitri dan Ana, Kuntilanak penunggu Pohon Jati itu memang usil dan kali ini bahkan makan korban. Peristiwa lakalantas kali ini, menurut keduanya, sudah sering terjadi dan berulang-ulang.

“Sering kali kayak gini (kecelakaan) di sini, di tempat yang anak ini dilindas mobil truk itu. Kemarin-kemarin, ada laki-laki naik Vixion jatuh di sini, sampai jungkal di paret pun. Parah juga. Kasihan! Terus ibu-ibu naik kereta, jatuh juga di sini. Kalau kucing mati dilindas kereta, juga sering. Akupun sempat nguburkan kucing yang mati dilindas itu, orang yang nabrak pergi gitu aja,” tutur Fitri yang diamini Ana.

“Iya bang, memang sering kejadian di sini. Pohon Jati ini ada penunggunya. Makin jahat dia, sampai makan korban kayak gini,” imbuhnya.

Meski keduanya mengaku belum pernah melihat penampakan Kuntilanak penunggu Pohon Jati itu secara langsung, namun salah seorang keluarga dari warga yang tinggal berhadap-hadapan dengan Pohon Jati tersebut pernah melihat langsung penampakan makhluk astral tersebut.

“Kalau orang sini, nggak dinampakinya. Kalau orang luar. Waktu itu, belum lamalah. Itu rumah yang depan, ada datang keluarganya. Ada anak kecilnya, umur-umur 4 atau 5 tahun gitu. Pas mau Maghrib kan duduk-duduk di depan rumah gitu sama mamaknya, terus si anak itu nanya sama mamak atau neneknya gitu, mak itu apa yang gantung-gantung di pohon itu? “Ya mamak atau neneknya nggak tahulah, kan cuma anak itu aja yang dinampaki. Kalau abang nggak percaya, tanya langsung aja sama orangnya. Itu rumahnya yang depan itu,” kata Fitri disertai anggukan temannya Ana. “Iya bang, kan jadi merinding aku,” timpal Ana. (anto)