Loading...

Sediakan WTS dan Ekstasi, Freedom Club Medan Digerebek….Fotonya Banyak Kali

Loading...

Dua pasangan yang terjaring polisi dari Freedom Club Medan. HUMASPOLDASU/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDAN – Freedom Club Medan di Jalan Kumango, Medan, Sumatera Utara (Sumut) digerebek petugas dari Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (21/6/2017) dinihari, pukul 01.00 WIB.

Selain buka selama bulan Ramadhan, Freedom juga disinyalir menjadi lokasi transaksi narkoba jenis ekstasi. Tidak hanya itu, Freedom juga disebut-sebut menyediakan perempuan penghibur alias wanita tuna susila (WTS) sebagai pelayan para tamu.

Dan benar saja, dalam penggerebekan itu, petugas mendapati perempuan-perempuan penghibur yang sedang melayani psngunjung. Petugas juga menemukan ekstasi, terlebih di ruangan manajer Freedom Club, Tongam Siregar.

Alhasil, Tongam Siregar pun ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumut karena terbukti mengantongi narkotika jenis ekstasi.

Direktur Ditreskrimum Polda, Kombes Pol Nurfallah mengatakan, atas kepemilikan barang haram itu, maka kasus Tongam Siregar akan diserahkan ke Ditresnarkoba untuk diproses secara hukum.

“Iya, manajernya dikenakan Undang-Undang (UU) No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena memiliki 4 butir pil ekstasi serta uang hasil penjualan narkotika senilai Rp600 ribu dari tangan Tongam,” ungkap Nurfallah kepada wartawan, Rabu (21/6/2017).

Baca Juga  Penangguhan Penahanan Soenarko Dikabulkan, Penjaminnya Panglima TNI dan LBP

Selain itu, Tongam juga bisa dijerat pasal lainnya bila terbukti mengkoordinir mucikari penyedia wanita tuna susila (WTS) di tempat hiburan yang dikelolanya. “Masih kita selidiki,” ujarnya.

Terungkapnya kepemilikan pil ekstasi dan dugaan kasus prostitusi terselubung ini berawal ketika Subdit IV/ Renakta Polda Sumut melakukan penggrebekan di Freedom Club, Jalan Kumango, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (21/6/2017) dinihari, pukul 01.30 WIB.

Penggrebekan itu dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kapolda Sumut Nomor: Sprin/1381/VI/2017 dalam rangka menertibkan tempat hiburan malam selama Operasi Ramadniya Toba 2017 yang menyalahi Perda Pemko Medan.

Nurfallah mengatakan dalam penggrebekan itu petugas berhasil mengamankan 19 karyawan dan 34 pengunjung termasuk di antaranya merupakan penyedia wanita tuna susila (WTS).

Baca Juga  Diduga Kompor Gas Meledak, 8 Rumah Dinas TNI eks Asrama 121 Binjai Ludes Terbakar

“Setelah dapat info dari masyarakat bahwa tempat hiburan itu beroperasi hingga di atas jam 01.00 wib,” kata Nurfallah.

Polda juga masih mencari keberadaan pemilik Freedom Club yang tetap mengoperasikan usaha hiburannya di bulan Ramadan. Sedangkan untuk karyawan dan pengunjung akan kita pulangkan setelah terlebih dahulu kita beri pembinaan.

“Uang senilai Rp2,3 juta dan satu eksemplar bill pembayaran KTV untuk tanggal 20 dan 21 Juni 2017 disita dari meja kasir,” sebutnya.

Nurfallah mengimbau kepada seluruh pengusahan hiburan malam untuk tetap mematuhi Perda yang dikeluarkan Pemko Medan terkait izin pengoperasian selama bulan Ramadan 1438 Hijriah. (anto)