Loading...

Hajab! Polisi Polda Sumut Dibal-bal 2 Marinir Belawan..2 Pria Diduga Bandar Judi dan Narkoba Ikut-ikutan…. 

Loading...
Ilustrasi-penganiayaan

Brigadir Abdul Geofron Ahmad yang menjadi korban penganiayaan. IST/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDAN-Hajab! Aksi tak terpuji dan mencoreng institusi aparat penegak hukum kembali terjadi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Kali ini yang menjadi pelaku dan korbannya adalah sama-sama berasal dari aparatus penegak hukum. 

Brigadir Abdul Geofron Ahmad, personel Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumut, dikeroyok dan dianiaya 2 personel Marinir yang bertugas di Belawan bersama dua warga sipil lainnya yang diduga merupakan bandar narkoba dan bandar judi dingdong alias jackpot, Rabu (14/6/2016) petang, sekitar pukul17.30 WIB, di Jalan Veteran, Pasar 8, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Polisi nahas tersebut pun menjadi bulan-bulanan kedua personel Marinir dan bandar judi serta bandar narkoba tersebut.

Korban Brigadir Abdul Geofron, warga Jalan AMD, Lingkungan 21, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Dia mengalami luka robek di bagian kepala. 

Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/6/2017) dinihari, pukul 00.23 WIB.  

 

“Betul telah terjadi pengeroyokan terhadap Brigadir Geofron, anggota tersebut bertugas di Dit Pam Obvit Polda Sumut oleh sekelompok orang. Sudah diturunkan tim melakukan  lidik pelaku berdasarkan keterangan korban,” aku Rina.

Mantan Kapolres Binjai ini menceritakan, kasus penganiayaan yang bermula dari rentetan kejadian sebelumnya, yakni pada Minggu (11/6/2017) kemarin, sekira pukul 17.00 WIB, kedua korban menangkap Alex, yang merupakan mekanik atau teknisi mesin judi dingdong alias jackpot.

“Korban (Brigadir Geofron) bersama rekannya, Brigadir Yudi, personel Satuan Shabara Polrestabes Medan, awalnya menangkap Alex, teknisi mesin jackpot itu dilakukan di Jalan Pasar 4, Marelan. Pada saat akan diperiksa lebih lanjut, pria itu melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor Yamaha Xeon miliknya. Melihat itu, kedua korban mengamankan sepeda motor dan peralatan untuk memperbaiki mesin jackpot ke kediaman korban,” beber Rina. 

Baca Juga  Mencret, Pendaki Asal Amerika Meninggal Dunia di Gunung Semeru

Selanjutnya, Rabu (14/6/2017) petang, pukul 17.00 WIB, korban bergegas dari kediamannya dengan mengendarai sepeda motor untuk bertugas di Polda Sumut.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Veteran, Pasar 8, Desa Manunggal, korban dihentikan dua orang yang dikenalnya, yaitu Praka Selamet dan Taufik.

“Saat itu, Praka Selamet mengajak korban ke rumahnya. Ayo ikut ke rumahku di Jalan Veteran, Pasar 8, Gang Sepakat,” kata Rina menirukan ucapan Praka Selamet sesuai laporan polisi yang diterimanya.

Korban menuruti ajakan itu. Sesampainya di dalam Gang Sepakat, mereka berhenti. Praka Selamet terlihat menghubungi rekannya sesama Marinir, Serka Feri. Melihat itu, korban mulai merasa tidak aman. Diapun berusaha melarikan diri dengan berjalan kaki, meninggalkan keretanya.

“Korban berupaya terus menghindar dengan berjalan kaki. Sementara sepeda motor korban diambil Praka Selamet, untuk mengejar korban,” sebutnya.

Saat terus berjalan untuk melarikan diri, tiba-tiba muncul Serka Feri dan Alex (teknisi mesin jackpot). Ketika bertemu, tanpa basa-basi Alex langsung memukul bagian kepala korban dengan kayu yang telah dipersiapkannya. Seketika itu, korban terjatuh. Saat korban terjatuh, para pelaku lain yang sudah berkumpul di lokasi itu langsung memukuli korban.

“Saat ini sedang dilakukan penyelidikan, sedangkan korban sudah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan penuturan korban yang terkirim melalui pesan berantai di grup Whats App (WA), korban mengaku dikeroyok 5 orang. Dua di antaranya, oknum Marinir dan tiga lainnya warga sipil yang disebutnya merupakan bandar judi jackpot dan bandar narkoba.

Baca Juga  Pekerja Asal China Tewas Terperosok di Lubang Tambang Emas di Gorontalo

Berikut isi pesan korban yang tersebar di WA grup, “Sekira pukul 17.30wib saya brigadir geofran mau pergi kerja patroli malam dari marelan menuju kantor gubsu dipertengahan jln pasar 8 helvetia gg.sepakat persisny dekat SPBU saya diberhentikan 5 org marinir dan sipil ada 4 org yg saya kenal yaitu marinir an.pratu selamat dan serka feri marinir belawan beserta sipil an.taufik bandar narkoba dan alwx bandar judi jackpot beserta massa yg lain ditengah jln saya dipukuli mereka rame” KTA saya ditahan dan saya sdh berteriak saya polisi tp mereka menghajar saya membabi buta dgn batu dan kayu sementara setengah jam saya dipukuli lalu saya dibantu salah satu masyarakat naik becak dilarika kerumah saya di jln amd platina 7 lingk.21 titipapan medan marelan. Mohon petunjuk agar di laporkan ke pimpinan saya di poldasu. Tolong bantu saya tangkap bandar narkoba marinir an pratu selamat dan adiknya Taufik gg sepakat psr 8 helvet. Juga bandar judi jenis jackpot serka feri juga Alex yg memukuli saya barusan dgn batu dan kayu di tengah jalan psr 8 helvet. Sy mohon kepada pimpinan agar juga personil kepolisian agar menyelidiki kasus ini. Tksh”. (anto)