Loading...

Kenapa Belum Berhasil! Ditres Narkoba Sumut Menjawab…

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Kinerja Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumut patut dipertanyakan. Bagaimana tidak?.

Coba ingat kasus 11 tahanan Ditres Narkoba pada Senin, 13 Juni 2016 lalu, dengan cara merusak jeruji.

Enam bulan berlalu, baru tiga tahanan yang kembali berhasil diringkus. Sedangkan delapan orang lainnya, sampai sekarang tak berhasil ditangkap.

Kelemahan ini diakui Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Edy Siswanto ketika ditanya wartawan di acara Konfrensi Pers Akhir Tahun 2016 Polda Sumut yang dihadiri Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Aula Tribrata, Mapolda Sumut, Jalan SM Raja, Medan, Kamis (29/12). “Delapan lagi belum tertangkap, masih kita lakukan pengejaran,” aku Edy Siswanto.

Di kesempatan itu, Edy Siswanto juga mengakui, jika pihaknya sudah mendeteksi keberadaan lima tahanan lainnya. Namun saat mau ditangkap, kelima tahanan itu berhasil kabur.

“Sudah pernah mau kita tangkap, namun lolos lagi. Makanya, ini jangan sampai lolos lagi. Sudah terdeteksi keberadaannya. Empat orang di Aceh, satu masih di Medan. Sedangkan tiga tahanan lagi masih terus kita selidiki keberadaannya, masih kita cari,” katanya.

Baca Juga  Jalan Tol Macet Parah, Kemenhub Buka Opsi Alihkan Kendaraan ke Pantura

Edy Siswanto pun berkoar, pada Januari 2018 mendatang, ke-11 tahanan tersebut akan mereka tangkap lagi. “Mudah-mudahan Januari nanti sudah kita amankan,” janjinya.

Diketahui, 11 tahanan narkoba Polda Sumut kabur dari sel Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) yang berada di gedung Dit Reserse Narkoba dengan cara merusak jeruji, Senin, 13 Juni 2016 lalu.

Setelah beberapa bulan diselidiki, akhirnya tiga di antaranya berhasil ditangkap kembali, atas nama Rikho Triyoga Tama (32) warga Jalan Pesantren Gang Masjid, Medan, Datuk Ega Juanda alias Ega, (28) warga Jalan Tertib, No.99, Komplek Panggon Indah, Lingkungan XI, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan dan Amad alias Syaiful Bahri (31) warga Desa Namo Riam, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang.

Sedangkan delapan bandar narkoba yang keberadaanya masih misterius adalah, Syarifuddin (43) warga Jalan Pambon, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Suhermanto (25), warga Gang Tengah Trangon, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Busra (38), warga Desa Paya Rabo, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Baca Juga  Istri Tewas Pasca 'Dipompa' Suami Selama 48 Jam

Yudhi Kurniawan (26), warga Jalan Flores, No.10, Lingkungan II, Kelurahan Kebun Lada, Binjai, Abdullah (37), warga Jalan Pulau Rupat, Lingkungan IX, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan.

Kemudian, Teddy Sugara (39), warga Jalan Pancasila, Gang Keluarga, No.9, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Suliyadi (33), warga Dusun Kelapa, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai dan Herijal (24), warga Dusun Mangga II, Desa Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues.(Anto/cektkp)