Loading...

Polri Akan Tindak Tegas Siapapun Yang Melakukan Sweeping

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Menyikapi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.56/2016 tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non muslim dalam perayaan Natal, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel telah memberikan atensi kepada pucuk pimpinan di Polres sejajaran Polda Sumut untuk mengantisipasi adanya aksi sweeping.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyatakan, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan MUI, FKUB dan Forkompimda untuk menyamakan persepsi dan tindakan pencegahan sweeeping tersebut. Menurut Rina, aksi sweeping menyoal atribut natal di mall dan tempat lainnya, tidak boleh dilakukan.

Selain itu, kata Rina, pihaknya juga telah mendatangi ormas-ormas garis keras untuk tidak melakukan aksi sweeping.
“Polri akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang melakukan sweeping. Sebab, tindakan sweeping yang dilakukan Ormas adalah melanggar hukum. Ada pengancaman atau perampasan, itu akan diproses,” kata Rina, Senin (19/12) petang.

Baca Juga  LGBT di Depok Bakal Dirazia, Ini Kata Komnas HAM

Lebih lanjut, jika ada karyawan muslim yang bersedia mengenakan topi sinterklas atas kemauan sendiri sebagai bentuk partisipasi dan toleransi perayaan natal bagi umat nasrani, tidak dipersoalkan. Artinya, diperbolehkan dan sah-sah saja. ujar Rina

“Yang tidak boleh, kalau pemilik toko non Muslim memaksa karyawan Muslim menggunakan topi sinterklas dengan ancaman dipecat,” kata mantan Kapolres Binjai ini.

Menurut dia, polisi tidak boleh ikutan melarang karyawan muslim atas keinginannya sendiri menggunakan topi sinterklas. “Kalau karyawan muslim karena kemauan sendiri pakai topi sinterklas, lalu disweeping ormas. Ormasnya itu ditangkap karena pengancaman,” tandas perwira tiga melati emas ini.(Anto/cektkp)