Loading...

Tito Karnavian Tegaskan Tembak di Tempat Bagi Para Pengedar Narkoba Jika….

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Dalam kunjungannya ke Mapolda Sumut Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berkunjung ke Markas Polda Sumut yang didampingi oleh Kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, juga memberi atensi kepada Polda Sumut mengenai narkoba. Kata Tito, tembak saja jika bandar melakukan perlawanan saat akan diciduk.

Mengenai narkoba, itu berkaitan dengan persoalan penyelundupan. Tito bilang, Sumut yang terkenal dengan jalur-jalur tikus pelabuhan kecil ini, harus diberikan pengawasan dan penjagaan ketat.

Sebab, upaya penyelundupan ini tak hanya persoalan tenaga kerja saja. Melainkan, ada persoalan narkoba yang dapat merusak bangsa. “Penyelundupan narkoba, tekstil, itu masalah yang membahayakan industri dalam negeri,” kata Tito.

Bagaimana dengan persoalan Makar? “Nanti kita akan fokus pada waktu di Jakarta,” jawab Tito saat ditanya perkembangan mengenai soal Makar dalam aksi demo menuntut Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama untuk ditahan oleh Mabes Polri lantaran berstatus tersangka.

Baca Juga  Balita di Makassar Peluk Jasad Ibunya yang Membusuk Selama Tiga Hari

Lebih jauh, mantan Kapolda Papua ini menyatakan, pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru 2017 difokuskan di sejumlah tempat ibadah. Tito bilang, Operasi Lilin berlangsung selama 10 hari, mulai dari 23 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017.

“Tapi di luar itu, lakukan komunikasi dengan FKUB, PGI (Persatuan Gereja Indonesia), Majelis Ulama agar semua stakeholder memahami bahwa Indonesia beragam. NKRi itu beragam,” ucap dia.(anto/cektkp)

Sebelum mengakhiri, Tito bilang, ada jaringan teroris di Indonesia khususnya di Sumut. Begitupun, pihaknya tetap melakukan pemantauan. Tito mencontohkan, mengenai teror bom yang dilakukan anak dibawah umur berinisial IAH (18) di Gereja Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan.

Baca Juga  Rusuh di Calon Ibu Kota Indonesia, Warga Takut Keluar Rumah

“Itu Lone Wolf, belajar sendiri itu sulit dideteksi. Perlu ada kegiatan dari Pemda untuk mereduksi pemahaman radikal agar jangan sampai menyebar. Tapi kita tetap mlakukan pengawasan kepada mereka,” tandas Tito sembari berjalan ke arah Gedung Utama Polda Sumut.(Anto/cektkp)