Loading...

Pengungsi Butuh Air Bersih dan MCK

Loading...
Evakuasi korban gempa di Pidie Jaya Aceh.

CEKTKP.ID, Jakarta – Ratusan rumah hancur akibat gempa 6,5 Skala Richter yang menggoyang Pidie Jaya dan Bireun di Aceh, Rabu kemarin. Sebanyak 102 orang dinyatakan meninggal dan ratusan orang luka-luka. Saat ini 13 titik lokasi pengungsian berdiri menampung warga yang kehilangan rumah dan terdampak bencana gempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, saat ini 11 lokasi pengungsian berdiri di Pidie dan 2 lokasi di Bireun, Aceh. Ia mendapatkan informasi saat ini para pengungsi membutuhkan air bersih dan MCK. Serta yang tak kalah pentingnya, kata dia, yaitu kebutuhan akan makanan pengganti ASI.

“Kebutuhan mendesak makanan pengganti ASI, air bersih, dan MCK,” kata Sutopo di kantornya, Jakarta Timur, Kamis (8/12).

Namun Sutopo mengaku belum menerima info detail dan lanjutan soal berapa jumlah balita yang tinggal di 13 titik pengungsian. Dia juga menyebutkan, saat ini bantuan yang masuk kebanyakan bahan makanan cepat saji atau makanan untuk orang dewasa.

Baca Juga  Inilah Hewan-hewan yang Sering Membuat Listrik Padam

“Kalau makanan banyak di sana. Makanya itu kita kan mendapat informasi kebutuhan di sana. Tapi jumlahnya belum pasti berapa (balita),” tutur Sutopo.

Kemudian, dia menuturkan, BNPB nanti sore akan memberangkatkan bantuan senilai Rp3,5 miliar.

“Itu mencakup tenda bantuan BNPB senilai Rp3,5 miliar. Dikirim dengan pesawat cargo dari Lanud Halim PK ke Blang Bintang. Tenda posko sebanyak 10 buah, masing-masing berat 500 kg serta genset kapasitas 2.800 watt sebanyak 10 unit dengan berat 45 kg jumlah 450 kg, sehingga total 5.450 kg,” tutur Sutopo.

Korban meninggal akibat gempa 6,5 Skala Richter di Pidie Jaya, Aceh terus bertambah. Dari data yang diperoleh tim SAR gabungan jumlah korban meninggal sudah mencapai 102 orang. Serta ada ratusan korban luka berat dan ringan yang masih mendapatkan perawatan.

Baca Juga  Musim Kemarau, Polres Bogor Salurkan Air Bersih

“Saat ini jumlah korban memang masih terus bertambah karena tim SAR gabungan terus menemukan jumlah korban. Sampai saat ini sesuai data dari BPPD Aceh ada 99 orang meninggal dunia. Satu orang hilang kemudian 136 luka berat dan 616 luka ringan,” tutup Sutopo. (red/l6/cektkp)