Loading...

Poldasu Kembali Amankan 12,6 Ton Bawang Merah Ilegal

Loading...

CEKTKP.ID, Medan  – Subdit I/Indag Ditreskrimsus kembali mengamankan 12,6 ton bawang merah ilegal asal India, Rabu (23/11) kemarin.

Bawang merah tanpa dokumen sebanyak itu diamankan dari dua lokasi berbeda. Pertama, di Jalan Lintas Asahan-Pematangsiantar Nagori Siantar Estate, Pematangsiantar dan kedua, di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), Jalan Lintas Medan-Tebingtinggi, Sei Bamban, Serdangbedagai (Sergai).

“Pertama kita amankan mobil truk colt diesel BK 8044 VR bermuatan bawang impor asal India sebanyak 700 karung yang masing-masing karung seberat 9 kilo tanpa dokumen. Kedua yang kita amankan mobil box colt diesel BK 9536 YG, isinya sama bawang ilegal asal India, sebanyak 700 karung dengan berat masing-masing karung 9 kilogram,” ungkap Wadir Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Maruli Siahaan didampingi Kasubdit I/Indag AKBP Ikhwan Lubis kepada wartawan, Kamis (24/11).

Baca Juga  Komnas HAM: Petugas KPU Enggan Datang ke Penderita Kusta Gara-gara Takut Tertular

Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan 3 orang, yakni sopir truk colt diesel berinisial KS, sopir mobil box berinisial FS beserta kernetnya, RP.

Dijelaskannya, bawang merah ilegal yang berasal dari Gudang Esdengki, Tanjungbalai tujuan Siantar dan Medan itu, masuk dari jalur tikus di Kabupaten Asahan.

“Ini (bawang merah ilegal) masuknya dari Asahan. Tujuannya untuk dipasarkan di Siantar dan Medan. Kita masih terus menyelidiki, ini punya siapa, kepada siapa akan dijual,” terangnya.

Untuk kerugian negara yang berhasil diamankan, sebut Maruli, sebesar Rp240 juta.

Sedangkan untuk pasal yang dilanggar adalah Pasal 102, 103 dan 104 Undang-Undang (UU) No.17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No.10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Baca Juga  Dua Truk Tangki Pertamina Dibajak OTK Dekat Gerbang Tol Ancol

“Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar,” timpal Ikhwan. (anto/cektkp)