Loading...

Gudang Penimbunan Bawang Merah Ilegal di Sunggal Digerebek

Loading...
Wadir Reskrimsus Poldasu AKBP Maruli Siahaan didampingi Kasubdit I/Indag AKBP Ikhwan Lubis dan perwakilan Humas Poldasu saat memaparkan barang bukti bawang ilegal.

CEKTKP.ID, Medan – Sebanyak 18,9 ton bawang merah ilegal dari India yang disimpan di gudang di Jalan Sunggal, Kelurahan Tanjungrejo, Medan Sunggal diamankan Subdit I/Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut, Rabu (23/11).

Wadir Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Maruli Siahaan didampingi Kasubdit I/Indag, AKBP Ikhwan Lubis kepada wartawan, Rabu (23/11), menjelaskan bawang merah asal India yang dikemas dalam 2.100 karung ini masuk dari Aceh. Rencananya akan dipasarkan di Kota Medan.

Oleh pengirim yang masih dalam pengejaran polisi, bawang merah tersebut diangkut ke Medan dengan menumpangi 2 unit mobil Colt Diesel.

“Atas informasi yang diterima, ada 2 unit mobil truk berisikan bawang asal India,” ujar Maruli.

Menurut Maruli, 2 unit colt diesel masing-masing BK 8401 CE dan BL 8596 Z, membawa bawang merah asal India itu dari Pasar Pagi Kuala Simpang, Aceh. Kecurigaan petugas atas informasi dari masyarakat itu benar.

Saat petugas melakukan penyergapan, ternyata benar kalau bawang merah itu tak memiliki dokumen lengkap. Atas hal itu, petugas langsung menyita barang bukti dan turut mengamankan kedua sopir dan kedua kernet mobil Colt Diesel tersebut.

Baca Juga  Ngeri, Seorang Janda dan Dua Anaknya Tewas dengan Kepala Dipenggal

“Sengaja disuruh membawa ini (bawang merah). Supir berinisial AR dan SP, lalu kernet berinisial SG dan MW sudah diambil keterangannya sebagai saksi,” sambung Maruli.

Ditegaskannya, penyidik Subdit I/Indag Dit Reskrimsus Polda Sumut akan masih mengidentifikasi pemesan dan penerima bawang merah asal India tersebut. Jika sudah berhasil mengidentifikasi, tentu penerima dan pengirim barang ilegal itu turut diambil keterangannya.

“Pemilik gudang lagi dicek. Seperti biasa, menurut pengakuan mereka (sopir dan kernet), baru sekali,” ujar mantan Kasat Reskrim Poltabes Medan ini.

Sementara kepada petugas, kedua sopir dan kernet itu menerima upah senilai Rp1 juta dalam sekali mengantar. Akibat perbuatan ilegal ini, negara mengalami kerugian mencapai Rp700 juta.

“Kami akan terus mengawasi barang dari luar negeri yang masuk dengan tidak sesuai prosedur dan juga akan berkordinasi dengan Dinas Perdagangan, Polair juga,” ungkap dia sembari menambahkan, penyidik Subdit I/Indag akan melakukan kordinasi dengan PPNS Bea dan Cukai.

Baca Juga  Gempa di Mentawai, Warga Mengungsi ke Perbukitan

Dia memastikan, lantaran masuknya ilegal, tentu nilai jual bawang merah asal India itu lebih murah.

“Belum ada penimbunan. Harga lebih murah karena masuk jalur ilegal,” tandasnya.

Masalah bawang merah ilegal ini, sebut Maruli, melanggar Pasal 102, Pasal 103, Pasal 104 UU No.17/2006 tentang perubahan atas UU No.10/1995 tentang Kepabeanan, ancaman hukuman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp5 miliar. (anto/cektkp)