Loading...

Delapan WNA Diciduk Imigrasi di Apartemen Sunter Park View

Loading...
WNA asal Afrika yang diamankan oleh petugas Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara di Apartemen Sunter Park View, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara, Rabu siang, (12/10). (istimewa)

CEKTKP.ID, Jakarta – Sebanyak 8 Warga Negara Asing (WNA) diamankan petugas gabungan dari Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0502/JU dalam operasi razia yang dilakukan di Apartemen Sunter Park View, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (12/10).

WNA yang kebanyakan berasal di benua Afrika itu tidak memiliki dokumen paspor yang jelas ataupun adapula yang memiliki paspor tapi sudah melewati batas tinggal (overstay).

Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara, Sarsaralos Sivakkar mengatakan, dalam razia yang dilakukan sejak pukul 08.00 WIB tersebut, pihaknya sebenarnya mendapati ada 13 WNA yang dicurigai sudah melanggar keimigrasian dan terjaring dalam razia di apartemen.

“Namun setelah kita verifikasi, ada lima orang yang ternyata memiliki dokumen lengkap berupa paspor, sedangkan 8 orang lainnya kita amankan dan bawa ke Ruang Detensi Kantor Imigrasi karena tidak memiliki ijin tinggal,” ujar Sarsaralos, Rabu (12/10).

Baca Juga  Aksi 22 Mei, Polisi: Jika Ada Tembakan Peluru Tajam Itu Bukan dari TNI/Polri

Dari 8 WNA yang diamankan tersebut hampir seluruhnya merupakan warga Afrika. Rinciannya 6 orang asal Nigeria, seorang warga negara Tanzania yang sedang hamil, dan seorang lagi warga negara Mozambik. Inisial ke-enamnya, yakni FM, AV, UB, OC, FU, NA, AI, dan JM.

“Setelah kita croscek lagi, dua orang ditahan karena overstay meski memiliki pasport, dan sisa enam orang lainnya diamankan karena tidak bisa menunjukkan paspor, tapi saat ini enam orang ini sedang memanggil pihak sponsor,” tambahnya.

Sementara itu, Kasie Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Utara, Bayu Dewabrata, mengatakan tidak ada unsur tindakan kriminal yang dilakukan oleh para WNA yang diciduk oleh anggotanya tersebut.

“Kita hanya melakukan fungsi pengawasan saja. Memang tadi ada sejumlah temuan di lapangan ada sejumlah PSK yang mengeluhkan beberapa pelaku sudah menggunakan jasa tapi tidak mau membayar sesuai dengan tarif awal, tapi itu kita arahkan ke ranah kepolisian untuk membuat laporan,” kata Bayu.

Baca Juga  Jalan Tol Macet Parah, Kemenhub Buka Opsi Alihkan Kendaraan ke Pantura

“Saat kita razia di dalam kamar yang bersangkutan, tidak ada sangkut pautnya dengan penyalahgunaan narkotika ataupun penipuan cyber crime yang biasanya merupakan modus paling sering para WNA. Mereka beralasan tinggal di Indonesia untuk melakukan aktivitas jual-beli pakaian dari Tanah Abang untuk dieksport ke negara asal mereka,” lanjutnya.

Kepada enam orang WNA yang tidak memiliki dokumen pasport, pihak imigrasi mengenakan Pasal 71 Huruf B dengan ancaman deportasi tangkal. Sedangkan bagi dua orang lainnya yang pasportnya sudah habis masa berlakunya atau overstay dikenai Pasal 78 UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan sanksi denda. (rol/sp/cektkp)