Loading...

Ngaku Anggota Polisi, Napi Ini Lakukan Penipuan dari Balik Tahanan

Loading...
Ilustrasi

CEKTKP.ID, Jakarta – Aparat Subdirektorat Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membongkar kasus penipuan bermodus pura-pura menjadi anggota polisi kemudian menelepon korban, menyatakan kalau anak korban terjerat kasus narkoba, dan meminta imbalan uang. Ironisnya, otak pelaku menjalankan aksinya di balik terali besi lembaga pemasyarakatan (LP).

“Kami berhasil mengungkap kasus penipuan menggunakan telepon. Pelaku mengaku sebagai anggota narkoba Polda Metro Jaya, menghubungi korban bahwa anak korban atau saudaranya diamankan di Polda Metro Jaya,” ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/10).

Dikatakan Budi, setelah mengelabui korban, pelaku kemudian meminta uang yang sebesar Rp40 juta.

“Korban mengirimkan uang Rp40 juta. Kejadian di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, tanggal 5 September 2016 kemarin,” ungkapnya.

Baca Juga  Resepsi Pernikahan Anak Rektor UNM dan Sekda Sulsel Bikin Jalan Ditutup, Netizen: Perbuatan Zolim

Budi menjelaskan, merasa tertipu korban bernama Djan Faridz membuat laporan polisi LP/4254/IX/2016/PMJ/Dit Reskrimum. Setelah mendapat laporan, penyidik langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap satu pelaku berinisial SGD (52), di Medan, Sumatera Utara, 3 Oktober 2016 kemarin.

“Dari ketersangan tersangka, yang bersangkutan bertugas menarik uang hasil kejahatan di ATM. Ini kita buktikan melalui rekaman CCTV dan pakaian yang digunakan saat menarik uang. Yang bersangkutan juga mengaku sudah melakukan lebih dari 20 kali penarikan,” katanya.

Budi menegaskan, penyidik kemudian melakukan pengembangan menelusuri siapa otak pelakunya.

“Hasil pemeriksaan dan pengembangan, otak pelaku merupakan residvis kasus yang sama atas nama Robby Anggra. Yang bersangkutan sudah ditahan di Lapas IIA Narkotika Pematang Siantar, Simalungun, Sumatera Utara. Jadi pelaku utama ini melakukan kejahatan di dalam Lapas,” jelasnya.

Baca Juga  WNI dari Wuhan Diobservasi di Daerahnya, Bupati Natuna Ngaku Tahu Informasinya dari Media

Selain menangkap tersangka, tambahnya, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti berupa lima kartu ATM, satu KTP, satu telepon genggam, dan uang tunai. Penyidik sudah membuat surat pemeriksaan ke Lapas IIA Narkotika Pematang Siantar.

“Tersangka kami kenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Undang-undang TPPU,” tandasnya. (rol/bs/cektkp)