Loading...

Kasatlantas Polres Labuhanbatu Dicopot

Loading...
Ilustrasi pungli.

CEKTKP.ID, Medan – Buntut dari video kasus pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Polantas Labuhan Batu beberapa waktu lalu, Kapolda Sumatera Utara bertindak secara tegas mencopot Kasat Lantas Polres Labuhanbatu, AKP Willy Syoufi Mochtar dari jabatannya.

Untuk selanjutnya, Willy Muchtar dipindahtugaskan menjadi Paur 3 Subbid Penmas Humas Polda Sumut. Sedangkan jabatan yang terpaksa ditinggalkannya itu, selanjutnya diemban mantan Kasatlantas Polres Deliserdang, AKP Mulizaldi.

Pencopotan dan pergantian Willy Muchtar ke Mulizaldi berdasar surat Telegram Rahasia (TR) Kapolda Sumut No.SR/1087/IX tanggal 23 September.

Peristiwa dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengendara di Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) Labuhanbatu yang dilakukan empat personel Satlantas Polres Labuhanbatu dan sempat terekam video amatir serta menjadi viral di jejaring sosial beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Cara Semprot WNI dari Wuhan Jadi Kontroversi Warganet Dunia, Ini Jawaban Menkes

“TR-nya sudah keluar, dimutasi ke sini (Penmas). Itulah polisi, bawahan yang berbuat, komandannya yang bertanggungjawab,” kata Kasubbid Penmas Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/9).

Pencopotan Willy Muchtar juga dibenarkan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Teguh Yuswardhie yang dikonfirmasi wartawan via pesan singkat.

“Iya, ada mutasi rutin dari Polda dengan personel lainnya,” jawab Teguh singkat.

Terkait 4 personel Satlantas Labuhanbatu yang menjadi aktor pungli, Teguh memastikan, keempatnya akan diberi sanksi mutasi.

“Masih proses melengkapi berkas pelanggaran disiplinnya. Mereka sudah dimutasi ke Polsek dan tidak pada fungsi Lantas,” sebutnya.

Sebelumnya, empat petugas kepolisian yakni Aipda AS, Aipda DM, Bripka S dan Bripda TM diamankan oleh Propam Polda Sumut karena melakukan dugaan pungutan liar. Aksi tersebut diketahui setelah pengguna jalan merekam aksi ke empatnya dan mengunggah ke akun youtube yang kemudian menghebohkan jejaringan sosial. (anto/cektkp)