Loading...

Poldasu Terkesan Lamban Tangani Kasus RS Colombia Asia

Loading...
RS Colombia Medan.

CEKTKP.ID, Medan –  Polda Sumut terkesan berbelit-belit dalam menangani kasus dugaan malapraktik Rumah Sakit (RS) Colombia Asia. Itu terbukti dari keterangan yang kerap berubah-ubah terkait perkembangan kasus tersebut.

Awalnya, Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Robin Simatupang yang dikonfirmasi wartawan via seluler, Jumat (23/9) siang, menyatakan sejauh ini pihaknya masih memeriksa 6 saksi dalam kasus ini.

“Masih 6 saksi yang kita periksa, dari RS Colombia sama RS Siloam. Ini masih penyelidikan,” jawab Robin.

Ditanya soal sudahkah dr Mahyono, Ketua Tim Bedah RS Colombia Asia diperiksa, Robin menyatakan sampai sekarang yang bersangkutan belum diperiksa. “Belum, belum ada diperiksa,” jawabnya lagi.

Disinggung soal siapa-siapa lagi yang akan diperiksa dan kapan akan dilakukan gelar perkara serta siapa yang akan jadi tersangka, Robin mengaku, belum bisa memberikan keterangan lebih detil. “Yang pasti masih penyelidikan dan pemeriksaan,” sebutnya singkat.

Keterangan Robin berbanding terbalik dengan keterangan yang diberikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting yang ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Di kesempatan itu, Rina menyangkal semua pernyataan Robin Simatupang. Rina menjelaskan, sejauh ini sudah ada 7 orang saksi yang diperiksa terkait kasus malaprkatik tersebut. Ketujuh orang itu, dari pihak RS Colombia Asia dan RS Siloam.

Baca Juga  Angin Puting Beliung Landa Langkat, Empat Rumah Rusak

Selain itu, Rina menegaskan Subdit IV/Tipidter akan kembali melakukan pemeriksaan saksi-saksi secara marathon, mulai Senin (26/9) sampai Kamis (29/9) pekan depan.

“Sudah 7 orang yang diperiksa, termasuk dr Mahyono. Beliau diperiksa Senin (19/9) kemarin. Mulai Senin nanti, sampai Kamis ada pemeriksaan lanjutan.
Sekitar 4 orang. Itu perawat instrumen, sirkuler, anestesi, dokter anestesinya dari RS Colombia dan pemeriksaan lanjutan dr Mahyono. Jadi 11 oranglah yang diperiksa,” bebernya.

Setelah pemeriksaan ke-11 saksi itu, lanjut mantan Kapolres Binjai tersebut, baru akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli.  “Saksi ahli itu terakhir, barulah gelar perkara,” katanya lagi.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Subdit IV/Tipiter Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, memeriksa dr Mahyono sebagai tim dokter RS Columbia yang telah mengoperasi korban, Ferdinan (1,7) tahun.

Selanjutnya, penyidik akan memanggil saksi lainnya dari pihak rumah sakit bertaraf internasional di Jalan Listrik, Medan tersebut.
“Sekarang pemeriksaannya masih berlangsung. Setelah dr Mahyono, penyidik akan memanggil saksi lainnya dari pihak manajemen RS
Columbia,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Senin (19/9) lalu.

Baca Juga  Kebakaran di Medan, 50 Rumah Ludes Dilalap Api

Penyidik juga telah memintai keterangan dari pihak RS Siloam Medan. Kasus dugaan malapraktik itu disidik Polda Sumut setelah orangtua korban, Joe melaporkan dugaan malapraktik yang dilakukan pihak RS Columbia terhadap korban, Ferdinan.

Setelah menjalani operasi di RS Columbia dan kondisi korban tidak kunjung membaik, pihak keluarga kemudian membawa Ferdinan ke RS Siloam. Dalam penanganan RS Siloam, diketahui terdapat kain kasa di perut korban. Sebab itu orang tua melapor ke Polda Sumut dengan bukti laporan No.STTLP/1016/VIII/2016/SPKT”II” tanggal 8 Agustus 2016 dalam sangkaan melakukan malapraktik.

Penyidik menerapkan Pasal 79 huruf c junto Pasal 51 huruf a UU RI No.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, junto Pasal 20 ayat 1 huruf a s/d huruf i Permenkes RI No.2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. (anto/cektkp)