Loading...

Diduga Dihipnotis, Uang Mustinah Lenyap Rp19,6 Juta

Loading...
Ilustrasi penipuan lewat telepon

CEKTKP.ID, Bekasi – Mustinah (21), wanita yang bermukim di Desa Ganda Mekar Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini mengalami kerugian uang senilai Rp19,6 juta.

Ia melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Cikarang Barat, Polresta Bekasi, Selasa (6/9) sebagai korban hipnotis, yang kehilangan uang hingga belasan juta rupiah.

Kejadian ini, bermula saat seorang kerabatnya meminta bantuan uang Rp 600.000 untuk pembayaran uang tilang kepada polisi. Rupanya, seseorang yang mengaku kerabat Mustinah ini, adalah pelaku yang memperdaya dirinya melalui sambungan telepon.

Menurut keterangan Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Aprima Suar, Mustinah tanpa sadar telah mentransfer uang sebesar Rp19,6 juta.

“Korban telah mentransfer uang sebanyak 19 kali masing-masing Rp1 juta dan sebelumnya melakukan transfer pertama kali Rp600.000,” ujar Aprima Suar, Selasa (6/9).

Baca Juga  Jokowi: Bu Ani Tokoh Wanita Indonesia Terbaik

Dia mengatakan, transfer dilakukan di ATM May Bank yang terletak di Klinik Cahaya Medika Cikarang, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Awalnya, kata dia, korban sempat tidak percaya dengan pelaku yang mengaku, sebagai kawan lamanya, Suwondo. Namun menurut pengakuan korban, kata Kapolsek, Mustinah mengenali suara seseorang di seberang telepon, dan diyakini sebagai suara dari Suwondo.

“Korban mengenali suara pria yang diteleponnya sehingga pergi ke ATM untuk mentransfer, sesuai perintah pria tersebut” katanya.

Sesampainya di ATM, pelaku lalu mengarahkan korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya. Bahkan, sambungan telepon tersebut oleh pelaku dialihkan kepada pria lain yang mengaku sebagai polisi yang telah menilangnya.

Mustinah telah mentransfer dengan total Rp19,6 juta kepada pelaku.

Baca Juga  Status Gunung Sinabung Turun ke Level Siaga

“Korban baru tersadar, saat sambungan telepon pelaku tak bisa dihubungi lagi,” ungkapnya.

Kemudian korban melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Cikarang Barat untuk menelusuri pelakunya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Bekasi, AKP Endang Longla, mengungkapkan pihaknya sedang menelusuri keberadaan pelaku melalui nomor telepon dan nomor rekening pelaku.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, jangan mudah percaya begitu saja kepada seseorang yang mengaku teman lama, apalagi tanpa melihat fisiknya. Bila perlu ajak bertemu untuk membuktikannya,” ujar Endang. (cektkp/sp)