Loading...

Polisi Kesulitan Ungkap Motif Teror Bom Gereja St Yosep

Loading...
Ivan Armadi Hasugian (18) pelaku bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep di Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang.

CEKTKP.ID, Medan – Pasca aksi teror bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yoseph, Jalan dr Mansyur Medan, Minggu (28/8) kemarin, hingga kini pihak kepolisian belum dapat mengungkap motif di balik aksi teror yang dilakukan IAH (18), warga Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang tersebut.

Selain telah memeriksa sembilan orang saksi, pihak kepolisian kesulitan dikarenakan terkendala keterangan pelaku yang berubah-ubah.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP M.P Nainggolan mengatakan, hingga kini pihaknya terus melakukan penyelidikan guna mengungkap motif dari aksi teror tersebut.

Menurutnya, selain telah memeriksa sembilan orang saksi, pihaknya juga tengah memeriksa dengan meminta keterangan terhadap pelaku IAH.

Baca Juga  Jokowi Sindir Ahok Tak Datang di Perayaan Imlek Nasional

“Polda Sumut bekerjasama dengan Polresta Medan, sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan. Sembilan orang saksi yakni, pastor Albert S Pandiangan, empat jemaat gereja berikut keluarga pelaku yaitu ayah, ibu dan dua kakak pelaku sudah diperiksa,” ujar Nainggolan, Selasa (30/8).

MP Nainggolan menjelaskan, saat ini pihaknya terkendala dengan keterangan pelaku IAH yang berubah-ubah.

“Jadi, kita sampai saat ini fokus untuk mencari tau motif dan siapa orang yang menyuruh pelaku. Kita juga terkendala dengan keterangan pelaku yang setiap harinya berubah-ubah. Karena, kemarin dia (pelaku) mengatakan seorang diri, besoknya disuruh orang, dikatannya juga karena dia terinspirasi melihat tayangan-tayangan teroris. Jadi kita akan terus berupaya mencari tahu motif dari kejadian tersebut,” terangnya.

Baca Juga  Personil TNI Temukan 36 Botol Miras Ilegal Ditimbun di Tengah Hutan

Dia menambahkan, kini pihaknya menunggu keterangan dari pelaku. Menurutnya, pelaku masih mengalami syok akibat sempat mendapat penganiayaan oleh para jemaat yang terkejut ketika mencoba mengamankan pelaku yang hendak menganiaya pastor saat berkhotbah.

“Pelaku kelihatannya masih mengalami sakit dan syok akibat dianiaya oleh para jemaat kemarin. Maka dari itu, kita masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mencari tahu motif dari kejadian ini,” pungkasnya. (anto/cektkp)