Loading...

LBH Minta Polisi Kaji Ulang Penetapan Pasal Teroris Pelaku Teror Bom

Loading...
Ivan Armadi Hasugian (18) pelaku bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep di Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Selayang.

CEKTKP.ID, Medan – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan, Surya Adinata, meminta kepada aparat kepolisian untuk merevisi penetapan pasal UU Terorisme, UU Darurat, 338 dan 340 terhadap Ivan Armadi Hasugian, pelaku percobaan bom bunuh di Gereja St Yosep.

“Pelaku diketahui masih berusia di bawah umur. Seharusnya aparat kepolisian menerapkan Pasal UU Perlindungan Anak,” terangnya, Selasa (30/8).

Surya mengungkapkan, apabila pelaku dikenakan tentang pasal terorisme. seharusnya aparat kepolisian terlebih dahulu menyelidiki keterlibatan pelaku dengan jaringan-jaringan diduga kelompok teroris. Sehingga penetapan pasalnya jelas dan dapat disidangkan.

“Jangan main sebut saja penetapan pasalnya terhadap pelaku tanpa adanya penyelidikan yang mendalam,” ungkapnya.

“Ya memang pelaku salah dan harus diproses secara hukum. Walaupun begitu polisi harus mengedepankan Pasal Perlindungan Anak karena sudah diatur dalam Undang-Undang,” sambung Surya.

Baca Juga  Jokowi Sebut Banjir Jabodetabek Karena Kerusakan Ekosistem dan Ekologi

Ditambahkan, khusus kepada aparat kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus teror bom yang terjadi pada, Minggu (28/8) lalu. Sehingga, nantinya masyarakat tidak merasa was-was apabila melaksanakan ibadah.

Sementara itu, menanggapi tentang penetapan Pasal UU Terorisme kepada pelaku teror bom di Gereja St Yosep, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, enggan memberikan penjelasan.

Di mana sebelumnya, orang nomor satu di Polresta Medan dalam keterangannya untuk sementara menetapkan pelaku teror bom dengan Pasal Terorisme, Undang-undang Darurat dan 338 jo 340. (diaz/cektkp)