Loading...

Lagi Masak, Wanita Hamil Tewas Disambar Petir. Bagaimana Nasibnya?

Loading...

CEKTKP.ID, Labuhanbatu Utara – Empat warga Perumahan/ Barak Karyawan Dusun Sumber, Desa Teluk Binjai, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tewas disambar petir saat memasak di dalam rumah, satu di antaranya sedang hamil enam bulan, Rabu (23/8).

Keempat korban tersebut yakni Delima Munthe (30), Felisiani (24), (Sedang hamil enam bulan), Ramanda Sari (8), dan Juli Ariansyah (6), keempatnya warga Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labura.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada, Selasa (23/8) sekitar jam 17. 30 WIB. Namun baru diketahui adanya kejadian itu, Rabu (24/8). “Memang kejadiannya kemarin, tetapi baru kita ketahui tadi pagi,” katanya.

Menurut Rina, terjadinya peristiwa itu saat korban sedang memasak di salah satu rumah di kompleks tersebut. “Daerah itu memang sedang diguyur hujan deras dan dibarengi dengan desiran angin dan petir,” ujarnya.

Mungkin, sambung Rina, para korban tidak menyadari petir tersebut akan menyambar rumahnya. Sehingga aktivitas masak-memasak terus dilanjutkan. Apalagi pada saat itu sudah jam 17.30 sore.

Baca Juga  Lion Air JT 714 Tergelincir di Pontianak

“Menurut saksi mata atau tetangga korban yang melihat kejadian itu berlangsung cepat, setelah gemuruh petir tersebut selesai korban langsung tergeletak tanpa ada teriakan apapun,” sebutnya.

Melihat itu, lanjutnya, warga sekitar langsung berupaya mengevakuasi korban ke Rumah Sakit (RS) Avicenna di Jaln Lintas Sumatera (Jalinsum), Simpang Siranggong, Desa Damuli Pekan, Kecamtan Kuluh Selatan, Kabupaten Labura, setelah suara petir berhenti untuk mendapat pertolongan. Namun, dalam perjalanan para korban sudah
meninggal dunia.

“Dalam perjalanan, keempat korban itu sudah meninggal dunia sebelum ditangani tim medis,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dalam peristiwa itu pihaknya sudah memintai keterangan dan melihat langsung kondisi lokasi kejadian.

“Jasad korban sudah diserahkan langsung kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, sedangkan proses pemeriksaanya dilakukan oleh Polsek Hilir dengan saksi bernama Nasib (30). Jadi berdasarkan keterangan saksi koronologisnya begitu,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Labura AKBP Teguh Yos Wardie mengatakan, para korban merupakan karyawan dari salah satu perusahaan swasta. Kebetulan, saat hendak pulang ke rumah masing-masing, kawasan itu diguyur hujan dan akhirnya memilih untuk berteduh di lokasi kejadian.

Baca Juga  Tak Mau Bayar Bagasi, Mahasiswa Ini Bawa Mandau dan Mengamuk di Bandara Ketapang

“Proses penyelidikan kita sebenarnya tidak sampai pada fase itu, kita hanya memastikan apa penyebab kematian korban, benarkah disambar petir tau tidak? Ternyata setelah dipastikan oleh tim medis, korban meninggal karena disambar petir maka prosesnya tidak dilanjutkan,” katanya.

Namun, sambungnya, sebagai manusia, Polres Labura memberikan pelayanan terbaik sebagi bentuk rasa empati dan dukungan moral bagi keluarga korban.

“Yang pasti, secara moril kita memberikan dukungan pada keluarga korban. Dan sebagai Polisi kita memberikan pelayanan,” pungkasnya.(Anto/cektkp/wak)