Loading...

Pengiriman 972 Burung Ilegal Digagalkan, Kenapa ya?

Loading...

CEKTKP.ID, Deli Serdang – Karena tidak miliki dokumen lengkap, sebanyak 972 ekor burung dari 15 jenis diamankan petugas Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Medan di line I, terminal kargo Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang.

Rencananya, burung hias tersebut akan dikirim ke Jakarta dengan pesawat Lion Air. Sebelumnya, burung itu tiba di terminal kargo dikirim menggunakan jasa pengangkutan PT AO yang beralamat di Tanjung Morawa.

Kepala Kantor BKP Kelas II Medan, Japar Sidik menerangkan, pihaknya mengamankan burung karena saat dilakukan pemeriksaan burung tersebut yang tidak sesuai dokumen yang ada.

“Memang burung tersebut tidak hewan yang dilindungi, tetapi menyalahi dokumen,” tutur Japar, Jumat (19/8).

Menurut Japar, izin dari Karantina yang dikeluarkan tertanggal 15 Agusuts 2016 hanya sebanyak 282 ekor dengan 6 jenis. Rinciannya, burung tledekan 150 ekor, kutilang emas dua ekor, cucak kutilang tiga ekor, kerak kerbau dua ekor, manyar 50 ekor, dan pleci 75 ekor. Namun, ternyata burung yang akan dikirim berjumlah 972 ekor, terdiri atas 15 jenis.

Baca Juga  Malindo Air Tergelincir di Bandara Husein Sastranegara, Semua Penumpang Selamat

“Karena melakukan pemalsuan dokumen, selanjutnya diamankan ke karantina. Pemilik melanggar Pasal 31 Ayat 1, Pasal 6, 9, 21, dan 25 tentang UU No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan,” ujar Japar.

Japar menjelaskan, ada dua orang yang diduga pemiliknya, yaitu AES (56) warga Jalan AR Hakim, Medan; dan MPO (35), warga Jalan Sekata, Kota Medan.

“Sejauh ini pemilik belum dilakukan penahanan, namun tetap dilakukan penyelidikan oleh PPNS terkait pemalsuan dokumen pengiriman burung tersebut. Tidak tertutup kemungkinan akan dibawa ke jalur hukum,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak mati, burung ilegal tersebut diamankan di penangkaran milik Karantina Kelas II Medan. Selanjutnya akan diserahkan pada Balai Besar Konsepasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut.

Baca Juga  Gempa 6,0 SR Guncang Bali, Dinding Rumah dan Sekolah Retak

Terpisah, Kabid Teknis BKSDA Sumut, G Siboro menerangkan, sejauh pengamatannya jenis burung yang diamankan tidak hewan yang dilindungi.

“Jenis burung yang diamankan tidak hewan yang dilindungi. Namun, karena pemilik memalsukan dokumen, kita serahkan sepenuhnya,” ujar G Siboro. (cektkp/oz)