Tingkatkan Kualitas SDM, Medan Plus Lakukan Ini…

Seluruh peserta pelatihan Universal Treatment Curiculum foto bersama. IST/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDANBagian dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang bekerja sebagai konselor adiksi, Yayasan Medan Plus telah melakukan pelatihan Universal Treatment Curiculum (1 dan 2).

“Kurikulum ini bagian dari komitmen kita untuk menyiapkan kualitas SDM yang bekerja di panti rehabilitasi narkoba,” ucap Uray Ghufroni, Ketua Panitia sekaligus Manager Program Rumah Rehabilitasi Medan Plus, usai menyerahkan sertifikat kepada para peserta, Sabtu (27/1) kemarin di gedung kuliah bersama H Anif, Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.

Informasi dihimpun CekTKP, Senin (29/1/2018), turut hadir dalam kegiatan sekaligus membuka acara yang berlangsung selama 6 hari itu, Eban Totonta Kaban, Pembina Medan Plus, Ican Lubis Direktur Program Rehabilitasi Narkoba Medan Plus, Hadiyanto dan Robby Hutagalung Manager Program Pascarehabilitasi Medan Plus dan Glenn Malonda fasilitator dari Parahita Education Provider sebagai pemegang lisensi sertifikasi konselor di Indonesia.

Baca Juga  YPSA Gelar Halal Bihalal dan Pelepasan Jamaah Haji

Uray bilang, kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang terdiri dari beberapa lembaga dan beberapa peserta berasal dari luar daerah.

“Awalnya pelatihan ini untuk peningkatan SDM internal namun dari lembaga lain ikut berpartisipasi baik yang di Medan, Babel, Makasar, Bogor, Aceh dan Palembang,” sebut Uray.

Lebih jauh, Uray mengatakan kegiatan tersebut dilakukan karena semakin meningkatnya kebutuhan terhadap konselor adiksi yang berstandar dan bersertifikasi.

Uray menyebut, pihaknya sudah buat untuk kurikulum 1 dan 2, dan selanjutnya akan dibuat lagi sesuai dengan kebutuhan, karena kurikulumnya ada 1 hingga 8.

“Sekaligus menumbuhkembangkan pribadi yang matang dalam menjalani profesinya sebagai konselor adiksi,” ujarnya.

Tujuan akhirnya, menurut Uray, adalah agar terbangunnya layanan rawatan yang bertanggung jawab dan profesional.

Baca Juga  Ceramah di YPSA, Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Hal Ini

“Ini merupakan komitmen kami untuk memberikan layanan rawatan yang baik, sejalan dengan jargon yang sering kami sampaikan, yakni lebih baik direhab ketimbang dipenjara,” sebutnya.

Di tempat sama, Glenn dari Parahita Bogor bilang bisa saja ujian nasional sertifikasi konselor akan digelar di Medan.

“Melihat antusias dan banyaknya konselor dan lembaga rehabilitasi di Sumut, bisa saja ujian nasional yang selama ini digelar di Jakarta kita usulkan dilakukan di Medan,” janjinya. (anto)