Pendidikan Lalulintas Masuk Kurikulum SD, SLTP dan SLTA

CEKTKP.ID, Medan – Salah satu tujuan pendidikan lalulintas (Lantas) bukan hanya untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) semata. Namun, bagaimana terbentuknya etika budaya tertib berlalulintas.

Demikian disampaikan Kapoldasu, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dalam sambutannya pada kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama antara Poldasu dengan Pemprovsu model pengintegrasian pendidikan lalu lintas ke dalam kurikulum PPKn di Provsu, Kamis (1/12), di Aula Martabe, Kantor Gubsu.

“Kita ketahui bersama Sumut menduduki peringkat ke-4 se Indonesia untuk korban kecelakaan lalu lintas. Jadi, dengan adanya pendidikan lalu lintas yang masuk dalam kurikulum di sekolah-sekolah di Sumut nantinya bisa membentuk etika budaya tertib berlalulintas guna menekan angka korban kecelakaan lalulintas,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhajir Effendi, Gubsu, T Erry Nuradi, Wakapoldasu, Brigjen Pol Adhi Prawoto dan Dirlantas Poldasu, Kombes Pol Yusuf.

Baca Juga  YPSA Gelar Halal Bihalal dan Pelepasan Jamaah Haji

Lebih lanjut, pendidikan lalu lintas yang masuk dalam kurikulum mulai tingkat SD, SLTP dan SLTA di Sumut pertama kalinya di Indonesia. Besar harapan, kata Kapoldasu, program ini dapat segera direalisasikan serentak di semua sekolah yang ada di Kabupaten/Kota di Sumut.

“Ada tiga pertimbangan yang akan menjadi kompetensi yang diharapkan yaitu pertama, penyelengaraan pendidikan lalulintas yang beretika budaya. Kedua, memberikan pendidikan karakter yang tertib disiplin dan patuh hukum dan ketiga membentuk budaya cegah dan sosialisasi pada masyarakat,” urainya.

Siswa atau generasi muda, sambung Kapoldasu merupakan aset bangsa yang harus diselamatkan. Namun, sering sekali siswa mengabaikan ancaman keselamatan berlalulintas. Untuk itu, pendidikan lalu lintas dinilai penting untuk mengubah etika belalulintas pada generasi muda.

Sementara, Mendikbud RI, Muhajir Effendi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas gagasan dan prakarsa Poldasu dan Pemprovsu yang telah memasukkan pendidikan lalu lintas dalam kurikulum.

Baca Juga  Ceramah di YPSA, Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Hal Ini

Dia berharap program ini sejalan dengan program pendidikan pembentukan karakter (P3K) yang dimiliki Kemendikbud RI.

“Jika program yang digagas Kapoldasu dan Gubsu ini kompatibel dengan program P3K yang kita miliki tentu saja pendidikan karakter sekolah yang ada di Sumut sempurna,”ujarnya.

Mendikbud RI menambahkan, pendidikan berlalulintas tidak mesti di tempatkan di mata pelajaran PPKn saja. Bisa juga dikomparasikan dengan pendidikan berbasis pada masalah seperti muatan lokal. Jadi ini sekaligus memperkaya pendidikan muatan lokal yang sudah ada. (anto/cektkp)