Loading...

Ini Penjelasan Bos Yamaha Kenapa Maverick Vinales Bisa Menjadi Pembalap Tercepat,

Loading...

CEKTKP.ID, Lesmo – Tim Yamaha Movistar membuktikan jadi tim terkuat di tes pramusim MotoGP sejauh ini. Tim berlogo Garpu Tala sukses mencatat waktu terbaik dari dua kali tes di Malaysia dan Australia.

Pembalap baru Yamaha, Maverick Vinales, jadi pembalap tercepat. Menggunakan motor YZR-M1, rider berusia 22 tahun sukses mengasapi rival dari tim lain seperti Marc Marquez (Repsol Honda), Andrea Dovizioso (Ducati) dan Andrea Iannone (Suzuki).

Motor YZR-M1 2017 mengalami perombakan dari segi sasis ketimbang versi sebelumnya. Hal itu yang membuat bos Yamaha Massimo Meregalli belum berani sesumbar motornya sudah mengalami peningkatan pesat.

“Mereka masih bekerja pada sasis, elektronik, dan kemampuan balapan. Masalahnya jika anda melihat motornya, itu akan selalu sama,” ungkap Meregalli seperti dilansir Crash, Kamis (23/2/2017).

Baca Juga  Lorenzo Nyesal Bikin Vinales, Dovizioso, dan Rossi Jatuh di Catalunya

“Kami tidak berharap mereka bisa terus memperbaikinya dengan pesat. Ketika tahun lalu mereka melakukannya dan tidak berjalan sukses. Mereka kembali melakukannya kali ini,” tutupnya.

Maverick Vinales jadi man to beat selama tes pramusim MotoGP 2017. Bos Yamaha Massimo Meregalli mengatakan Vinales punya dua kemampuan sejauh ini. Yang pertama adalah kecepatan, lalu yang kedua adalah konsistensinya di atas trek.

“Pertama, Maverick sangat cepat. Bagi kami, sangat penting melihatnya mengatur simulasi balapan. Tahun lalu kami begitu kesulitan dengan degradasi ban. Tahun ini, dia merasa kekuatan ban tidak terlalu buruk,” sanjung Meregalli seperti dikutip dari Crash, Jumat (24/2/2017).

“Sampai satu jam, hasilnya tidak terlihat. Dia melakukan dua kali simulasi dengan kecepatan yang bagus. Dia melakukannya sebanyak 20 lap. Pada dasarnya, penurunan (kinerja ban) hampir tidak ada,” imbuhnya.

Baca Juga  Kompetisi Masih Jalan, Tiga Pemain Muslim Ajax Disarankan Tak Puasa

“Terkadang dia juga lelah. Dia bisa menjaga kecepatannya, tapi dia mengatakannya (lelah) setelah mendapatkan 17 lap. Dia membuat diriya sendiri drop. Mungkin itu jadi informasi yang bagus, dan tentunya tanda yang bagus,” tutupnya. (ind/bbs)