Duo Oknum Polisi Tanjungbalai Diduga BD Sabu dan Seorang Warga Sipil Ditangkap? Ini Kata Polda Sumut…

Ilustrasi

CEKTKP.ID, MEDAN – Lagi, diduga oknum polisi merusak citra Polri. Kali ini dilakukan dua oknum polisi yang bertugas di Polres Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut).

Informasi dihimpun CekTKP, Minggu (11/2/2018), kedua polisi yang disebut-sebut sebagai bandar sabu tersebut ditangkap personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Tanjungbalai, Kamis (8/2/2018) malam lalu, pukul 21.30 WIB.

Keduanya adalah FAS (32), pangkat Brigadir, anggota Polsek Datuk Bandar, warga Dusun VII, Desa Pulau Rakyat II, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan dan AS (39), pangkat Aipda, Bintara Polres Tanjungbalai, warga Jalan Sudirman, Km.5, Kelurahan Sijambi, Kecamatan

Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Keduanya ditangkap bersama seorang warga sipil atas nama, SI alias Bejo (38), warga Jalan Mangga, Lingkungan I, Kelurahan TB Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai.

Baca Juga  Dikibusi, Duo Begundal Lagi Nabi Gollll....

Penangkapan kedua oknum polisi itu, diawali dengan tertangkapnya SI alis Bejo di Jalan Jenderal Sudirman, Km 7, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai. Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti 37,42 gram sabu.

Dari hasil interogasi, tersangka mengaku mendapatkan kristal haram sabu itu dari FAS. Dari situ, petugas bergerak memburu FAS. Dan akhirnya, FAS ditangkap sekira pukul 23.00 WIB di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah dengan barang bukti 1 unit handphone merek UU warna putih.

Tak putus sampai di situ saja, petugas melakukan pengembangan dan kembali menangkap AS di kediamannya, Jalan Jenderal Sudirman, Km.5, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Jumat (9/2/2018) dini hari, pukul 00.30 WIB. Di kediaman Arianto tidak ditemukan barang bukti lainnya.

Baca Juga  6 BD & Pemakai Tercyduk Polisi Lagi Pesta Sabu, Hasilnya...

Hal tersebut dibenarkan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.”Ya benar. Kalau terlibat kasus-kasus narkoba sudah seharusnya dan pasti ditangkap. Kasusnya masih dalam pengembangan,” ujarnya. (anto)