Loading...

Gawat! Indonesia Darurat Narkoba, Saat ini Pengguna Narkoba Mencapai..

Loading...

CEKTKP.ID MEDAN- Dalam upaya memerangi kejahatan narkoba, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) meminta agar fungsi tugas Reserse Kriminal Umum (Res Krimum), Reserse Kriminal Khusus (Res Krimsus) serta Reserse Narkoba Polda Sumut untuk lebih berperan aktif.

Hal ini ditegaskan Komjen Buwas ketika berkunjung ke Mapolda Sumut, Rabu (21/12). Dia menjelaskan, status darurat narkoba yang digaungkan Presiden RI Joko Widodo, berdasarkan analisis data pengguna narkoba di Indonesia saat ini sudah mencapai 5 juta orang.

“Sebagai anggota Polri jangan menjadi pengkhianat, kita harus mempertahankan institusi Polri dari orang-orang yang mengacaukan institusi Polri mengatasnamakan suatu instansi. Sebagai anggota Polri abdi negara jangan sekali-kali menggadaikan institusi hanya untuk merasa hebat. Kita bekerja harus mempunyai komitmen yang kuat untuk maju, terlebih dalam upaya perang terhadap narkoba,” tegas Buwas.

Lebih lanjut dia juga mewanti-wanti kepada penyidik Dit Res Narkoba, Dit Res Krimum dan Dit Res Krimsus Polda Sumut untuk bekerja secara independen sesuai dengan fakta yang terjadi sebenarnya. Dia juga menekankan agar para personel tidak “bermain” dengan kasus yang dikategorikan sebagai kejahatan institusi.

Baca Juga  Oknum ASN di Labusel Merangkap Bandar Narkoba Diciduk Polisi Lagi Nyabu di Kamar Hotel

“BNN RI seluruh Indonesia personelnya berjumlah 4.673 personel, di mana tindak pidana narkoba sangatlah meningkat sehingga tidak sesuai untuk mengcover wilayah yang begitu luas. Apalagi banyaknya pelabuhan tikus yang digunakan oleh bandar narkoba untuk meloloskan barang haram tersebut. Untuk mendukung kinerja dilapangan, BNN RI telah menerima 1.800 pucuk senjata dan rompi yang akan dibagi ke seluruh BNN di wilayah untuk digunakan dalam memburu bandar-bandar narkoba. Jangan ragu-ragu menembak mati para bandar, apalagi yang membawa narkotika di atas 1 kg. Karena para bandar narkoba itu telah banyak membunuh generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menambahkan, kasus narkoba di wilayah hukum (wilkum) Sumut memang cukup tinggi, di mana data pengungkapan kasus narkoba Dit Res Narkoba Polda Sumut periode Januari–November 2016 yaitu Jumlah kasus 5.201 kasus dengan penyelesaian kasus 4.956 kasus.

“Dari kasus-kasus itu jumlah tersangka mencapai 6.410 orang, dan untuk barang bukti yang diamankan di antaranya berupa heroin 1000 gram, sabu 158.288,57 gram, pil ekstasi 52.294 butir, ganja 2.653,58 kg, pohon ganja 54.183 batang, ladang ganja 9 Ha dan biji ganja 1.340,86 gram, pil happy five 7.470 butir,” jabar Rycko.

Baca Juga  Pria Asal Aceh Terciduk Simpan Sabu di Pasta Gigi

Lebih lanjut Rycko menjelaskan, Polda Sumut dan jajaran telah melakukan upaya maksimal seperti penyuluhan narkoba ke sekolah dan kelompok masyarakat dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Begitu juga razia bersama TNI–Polri ke tempat-tempat hiburan malam hingga pencanangan Kampung Kubur Medan menjadi kampung bersih narkoba.

“Giat operasi berkaitan penanganan narkoba seperti Ops Bersinar Toba, Operasi Antik Toba juga telah dilakukan bahkan Pembinaan sampai tindakan tegas terhadap anggota yang terlibat narkoba. Ke depan Polda Sumut tentu mengharapkan arahan dan petunjuk dari Kepala BNN RI, Komjen Pol Budi Waseso tentang penanggulangan kasus narkoba di wilayah Sumatera Utara,” pungkasnya.(Anto/cektkp)